Cuaca Tak Menentu, Nelayan Colong-colongan ke Laut

Kompas.com - 02/02/2012, 17:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak menentunya cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu terakhir, ternyata tak hanya menghambat aktivitas warga di kota Jakarta, namun juga menghambat aktivitas warga pesisir ibukota. Seperti yang dialami nelayan Kali Adem, Muara Karang, Jakarta Utara, Kamis (2/2/2012).

Akibat kondisi angin di perairan yang tak menentu, mereka terpaksa selalu siaga melaut jika sewaktu-waktu kondisi angin dan ombak membaik. "Kalau cuaca begini, kita colong-colongan keluar lautnya, kalo anginnya tiba-tiba bagus, ya kita keluar, kalau nggak ya diem begini aja," ujar Jefri (42), nelayan tradisional asal Jawa Barat, saat ditemui di pinggir perahunya.

Ia mengaku terakhir menjaring ikan tiga hari lalu saat kondisi ombak dan angin diprediksi para nelayan membaik. "Ya itu aja melaut udah syukur, tapi kita tetep mantau-mantau," lanjutnya.

Ia mengatakan, pada hari Minggu lalu, ia beserta ke-16 anak buah kapal milik seorang juragan kapal, tengah mencari ikan di laut Jawa sejauh kurang lebih 5 kilometer dari Muara Karang. Tiba-tiba datang ombak besar dan kondisi angin memburuk. "Wah, kita langsung lari, untung waktu itu paling deket ke Tanjung Priok, udah, langsung berteduh di sana aja," ujarnya.

Ternyata benar saja, sekitar pukul 16.00 WIB, pria yang sudah menjadi nelayan semenjak tahun 1994 tersebut tampak dipanggil oleh kawan nelayannya, "Om, mari berangkat," teriak kawannya dari kejauhan. Jefri pun langsung melompat dari duduk silanya untuk bersiap-siap. "Tuh kan, ngga diduga-duga, saya melaut dulu ya," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau