Latihan resmi motogp 2012

Pedrosa: Motor 1.000 CC Butuh Kekuatan Fisik yang Lebih

Kompas.com - 02/02/2012, 20:45 WIB

SEPANG, Kompas.com - Dani Pedrosa memberikan komentar tentang Honda baru RC213V 1.000 cc, yang sudah digebernya selama tiga hari latihan resmi pra-musim MotoGP 2012 di Sepang. Menurut pebalap asal Spanyol tersebut, motor baru ini sangat membutuhkan kekuatan fisik.

Pedrosa menempati posisi ketiga pada hari terakhir latihan resmi di Malaysia, Kamis (2/2/12). Pebalap berusia 26 tahun ini kalah bersaing dengan rekan setimnya di Repsol Honda, Casey Stoner, serta pebalap nomor satu Yamaha, Jorge Lorenzo.

Meskipun memenangi beberapa balapan di MotoGP untuk mesin 990 cc dan 800 cc sejak melakukan debutnya di kelas premier pada 2006, tetapi Pedrosa tak mau terlalu sesumbar mengenai peluangnya untuk mesin 1.000 cc. Dia hanya mengatakan, balapan musim 2012, yang merupakan era perdana mesin 1.000 cc, bakal lebih sulit.

"Motor ini membutuhkan kekuatan fisik yang lebih (dibandingkan 800 cc). Anda merasakan tenaganya saat akselerasi, kecepatan saat pengereman keras, dan juga berat yang lebih. Uji coba selama tiga hari di Malaysia ini sangat melelahkan," ujar Pedrosa.

"Pagi ini ketika saya bangun, saya merasa sakit dan kaku, tetapi ketika mulai beraksi di atas motor, saya merasa sedikit lebih baik. Saya akan terus bekerja keras meningkatkan daya tahan fisik untuk persiapan menghadapi latihan kedua."

Seperti halnya pebalap lain, dalam latihan ini Pedrosa dan timnya harus menganalisis elektronik dan pengesetan suspensi. Dia mengakui, belum semua masalah bisa diatasi, tetapi secara umum ada kemajuan signifikan yang diraih selama tiga hari tes ini, terutama rem.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau