Kupang, Kompas -
Khusus di Kota Kupang, hujan juga menyebabkan banjir di banyak titik, seperti di Jalan Cak Doko, terutama tepat di depan SMU Negeri I, bekas Kantor Dinas PPO Kabupaten Kupang, dan di sekitar Goa Lourdes. Genangan lainnya terlihat di Jalan Nangka, Jalan Perintis Kemerdekaan (terutama depan Hotel Romyta), Jalan Pulau Indah (di sekitar SPBU), dan Jalan Timor Raya.
”Hujan kali ini seperti ditumpahkan dari langit dan menakutkan karena disertai kilat,” ungkap Ny Kamelus di kawasan Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Sebelumnya, Kepala Seksi Bagian Humas dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika El Tari Kupang, Syamsul Hadi, menggambarkan, hujan disertai angin kencang diperkirakan masih akan terus menghantui wilayah NTT, terutama kawasan bagian selatannya. Sumber pemicunya adalah tekanan rendah di kawasan bagian utara Australia.
Banjir di perkotaan juga terjadi di Tegal, Jawa Tengah. Sejumlah sekolah dan permukiman pada sebagian wilayah di Kota itu dilanda banjir akibat hujan deras yang berlangsung pada Rabu (1/2) malam hingga Kamis (2/2) dini hari. Banjir antara lain terjadi di SMP Negeri 6, Jalan Cinde Kecana, Kota Tegal; SD Mintaragen 6, serta ratusan rumah warga di wilayah RW 10 Kelurahan Minataregan, Kecamatan Timur, Kota Tegal.
Banjir di SMP Negeri 6, Kota Tegal, mengakibatkan aktivitas belajar siswa terganggu. Para siswa terpaksa melepas sepatu mereka karena halaman depan dan halaman tengah tergenang banjir, dengan ketinggian hingga 40 sentimeter. Bahkan selama musim hujan, SMP Negeri 6 tidak bisa menyelenggarakan upacara bendera pada hari Senin karena halaman sekolah kebanjiran.
Berdasarkan pantauan
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyumas Yuniyanto menyatakan bahwa kerugian akibat bencana angin kencang yang melanda daerah tersebut, sejak dua pekan terakhir, mencapai