Lumpur lapindo

Status Tanggul Kembali Siaga

Kompas.com - 03/02/2012, 03:06 WIB

SIDOARJO, KOMPAS - Status tanggul penahan lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali ditetapkan Siaga, Kamis (2/2). Ketinggian lumpur sudah mencapai 50 sentimeter dari bibir tanggul sehingga dikhawatirkan akan meluber keluar.

Kepala Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Akhmad Kusairi mengatakan, ancaman utama dari tanggul lumpur Lapindo tersebut saat ini bukan berasal dari semburan lumpur yang volumenya sudah jauh menurun. Jika pada awal semburan tahun 2006 volume semburan lumpur bisa mencapai 150.000 meter kubik per hari, kini volumenya di kisaran 10.000 meter kubik-15.000 meter kubik per hari. Adapun volume lumpur yang tertampung dalam kolam lumpur tersebut mencapai sekitar 60 juta meter kubik.

”Ancaman sekarang datang dari gunung lumpur yang labil. Di lapisan permukaan memang lumpur sudah kering, tapi di bagian bawah masih cair sehingga gunung lumpur itu longsor. Tadi longsorannya melimpas ke arah tanggul titik 21,” ujarnya.

Longsoran gunung lumpur itu bisa mendesak tanggul sehingga berdampak pada ambrolnya tanggul. Potensi longsor itu semakin kuat karena ketinggian lumpur terus bertambah.

Saat ini jarak permukaan lumpur di tanggul titik 21 dengan permukaan tanggul tinggal mencapai 50 sentimeter. Lokasi titik 21 di Desa Siring, Kecamatan Porong, ini sejajar dengan rel kereta api dan Jalan Raya Porong.

Menurut Kusairi, hujan deras yang mengguyur wilayah Sidoarjo dan sekitarnya selama beberapa minggu terakhir membuat potensi longsor makin tinggi. Oleh karena itu, BPLS kembali memperkuat dan mempertinggi tanggul di kawasan tersebut. ”Sekarang masih dikerjakan, tanggul di titik 21 ditinggikan dari 11 meter jadi 12 meter. Panjangnya sekitar 300 meter,” tuturnya.

Salam, warga Desa Siring, menuturkan, setiap hari ketinggian lumpur di dalam tanggul selalu meningkat. Permukaannya tidak rata sehingga mudah longsor. ”Lumpur yang di pusat semburan, kan, lebih tinggi dari yang di pinggir, makanya sewaktu-waktu bisa longsor,” katanya. BPLS diminta segera mengambil tindakan, misalnya dengan mengalirkan lumpur ke kolam penampungan yang lebih rendah. (ARA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau