Maumere

Tertangkap Basah, Mundus Lari Tanpa Busana

Kompas.com - 04/02/2012, 04:48 WIB

MAUMERE, KOMPAS.com — Tertangkap basah sedang berhubungan intim dengan Mawar (bukan nama sebenarnya) di rumahnya, Kamis (26/1/2012) pukul 15.00 Wita, RHL alias Mundus (60), warga Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT, ketakutan dan langsung lari ke kebunnya. Ia berlari tanpa busana.

Sesampai di kebun, Mundus memakai karung plastik guna menutup tubuhnya. Mawar juga berbuat yang sama. Perempuan yang kini berusia 35 tahun itu juga ketakutan dan berlari tanpa busana dan baru ditemukan dua jam seusai kejadian oleh keluarganya.

Mundus tertangkap basah oleh ayah Mawar, Yulius. Pelaku tertangkap basah saat sedang melakukan tindakan tak terpuji dengan Mawar yang cacat mental.

Atas kejadian itu, Yulius menyatakan tidak terima dan melaporkan Mundus ke Polsek Nita atas dugaan tindakan kekerasan seksual. Kasus yang kini dilimpahkan ke Polres Sikka itu sedang dalam proses penyidikan polisi. Mundus sendiri kini telah diamankan dalam sel Mapolres Sikka guna menjalani proses pemeriksaan.

Informasi yang diperoleh di Mapolres Sikka menyebutkan, aksi pencabulan tersebut berlangsung di rumah mereka di Rotat. Ayah Mawar, yang melihat anaknya yang cacat mental itu diperlakukan tidak baik, langsung berang. Ia memukul pantat Mundus dengan parang sehingga Mundus kaget. Mundus pun berlari ke luar.

Namun, saat mau mengambil pakaiannya, sudah keduluan oleh ayah Mawar. Rupanya, Yulius telah mengambil pakaian Mundus. Mundus lalu meminta pakaiannya, tetapi tak diberikan. Yang terjadi, Yulius menyuruh Mundus pergi tanpa busana dan dirinya bisa malu karena telah berbuat tidak senonoh pada anaknya.

Selanjutnya, ayah Mawar membawa pakaian Mundus dan anaknya ke Polsek Nita. Ia melaporkan Mundus ke polisi. (Romualdus Pius)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau