Melihat Bunga Bangkai Mekar di Mekarsari

Kompas.com - 04/02/2012, 15:58 WIB

CILEUNGSI, KOMPAS.com - Tanaman langka yaitu bunga bangkai (Amorphophallus titanum) akan mekar di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor. Tempat wisata yang juga merupakan pusat konservasi dan edukasi tanaman tropis tersebut diprediksi akan ramai dikunjungi saat bunga bangkai mekar.

Bunga bangkai berukuran yang sangat besar dan memiliki spadik kokoh di tengah bunga sebagai pelekat serbuk sari. Berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com, bunga ini diprediksi akan mekar sempurna antara tanggal 4-7 Februari 2012 pada pukul 21.00 sampai dengan 23.00 WIB. Pada waktu tersebutlah aroma tak sedap dari bunga bangkai akan tercium hingga radius 50 meter mulai dari pukul 18.00 WIB.

Saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (4/2/2012), Public Relations Manager Taman Wisata Mekarsari, Putri Ayu Pratami menyebutkan bahwa pada hari ini bunga titanum belum mekar. Pihaknya memperkirakan mekar terjadi antara tanggal 5-7 Februari 2012.

Ia menambahkan saat ini pengunjung dapat menikmati keunikan bunga bangkai di Gedung Graha Krida Sari (GKS). Bunga titanum ini berumur 6 tahun dan ini adalah kali kedua titanum mekar di Taman Wisata Mekarsari.

"Keunikan lain bunga bangkai ini ialah warna mahkotanya tidak mudah diprediksi, bisa berwarna pink, merah atau marun. Saat ini warna mahkota yang terlihat berwarna ungu kegelapan dengan spadik bunga warna kuning terang," ujar Putri.

Pada tahun 2002 tim peneliti Taman Wisata Mekarsari (TWS) menemukan pecahan umbi bunga bangkai di area hutan di daerah Jambi. Umbi bunga lalu dibawa ke Laboratorium Biosari TWM dan diperbanyak melalui teknik kultur jaringan.

Setelah menunggu 8 hingga 12 bulan kemudian, maka muncul bibit-bibit tanaman bunga bangkai yang siap dipindahkan ke media tanam di lapangan. Bibit bunga titanum lalu ditanam di dalam pot. Di sinilah kelebihan lain dari bunga titanum yaitu bisa tumbuh di dalam pot.

Bunga titanum memerlukan waktu tumbuh sekitar 2-3 tahun dari masa vegetatif hingga generatif, tinggi bunga titanum saat ini 140 centimeter. Diperkirakan tinggi bunga akan terus bertambah hingga 2 meter dengan perkiraan diameter mahkota bunga yang akan mekar mencapai 100 centimeter.

“Tujuan kami memperbanyak bunga bangkai ini adalah sebagai upaya penyelamatan plasma nutfah, karena bunga ini sangat jarang ditemukan mengingat faktor pertumbuhannya bukan hal yang disengaja melainkan faktor alam," ungkap Putri.

Saat ini, Taman Wisata Mekarsari memiliki sekitar 600 koleksi bunga bangkai yang diambil dari daerah asalnya di Provinsi Jambi. Bunga bangkai yang pernah mekar di Taman Wisata Mekarsari memiliki deskripsi yang bervariasi. Rata-rata memiliki ketinggian mencapai 170-230 centimeter.

Setelah merekah sempurna, secara perlahan-lahan bunga akan memulai proses layu hingga layu total. Namun bukan berarti bunga tersebut mati, karena umbi di dalam tanah akan mengeluarkan batang dan daun yang baru sebagai awal dari babak vegetatif.

Pada satu bunga bangkai mampu menghasilkan buah sebanyak 700 hingga 1000 biji. Buah yang berwarna merah cerah dan berukuran sedikit lebih beasr dari buah Melinjo ini dapat disemai untuk menghasilkan bibit tanaman baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau