"Erotic Talk" Penyulut Gairah

Kompas.com - 05/02/2012, 11:18 WIB

KOMPAS.com - Apa yang muncul di pikiran Anda saat mendengar istilah erotic talk? Jika Anda mengaitkannya dengan dirty talk, maka Anda tak sendiri. Dari survei yang dilakukan Bonnie Gabriel, terhadap 300 pria dan perempuan untuk penulisan bukunya The Fine Art of Erotic Talk, ia mendapatkan respons serupa, istilah ini langsung dikaitkan dengan dirty talk. Kata-kata erotis lebih kepada ungkapan sensual saat bercinta yang menjadi aprodisiak.

Kata-kata erotis memang tak mutlak menstimulasi dorongan seksual, apalagi ketika Anda dan pasangan sedang bergairah. Namun keberanian mengungkapkan kata-kata erotis saat bercinta dapat memberikan pengalaman seksual yang tak sekadar sensual namun merupakan ungkapan perasaan cinta mendalam.

"Kata-kata adalah aprodisiak terhebat. Dengan kata-kata, Anda bisa menstimulasi pusat kenikmatan pada pikiran pasangan Anda sehingga ia merasakan sensualitas mengalir dalam tubuhnya. Dengan kata-kata, Anda dapat membantu pasangan lebih rileks dan menikmati setiap sentuhan yang Anda berikan. Dengan kata-kata, Anda juga bisa menyulit imajinasi erotis. Kata-kata juga bisa meruntuhkan penghalang yang menghambat Anda dan dia menikmati pengalaman yang menyenangkan saat bercinta," jelas Gabriel.

Apapun yang Anda rasakan saat sedang bermesraan, jika disuarakan dengan kata-kata dapat memberikan peluang masuknya kenikmatan sensual dalam relasi intimasi. Cara mempraktikkan erotic talk bisa beragam, mulai memberikan panduan kepada si dia untuk menyentuh bagian tubuh yang Anda inginkan atau memberitahu pasangan Anda mengenai apa yang harus dilakukannya untuk meningkatkan energi sensual antara Anda dan dia.

Gabriel menyebutkan beberapa kategori erotic talk, sekaligus memberikan contohnya. Anda dapat menirunya atau menciptakan sendiri erotic talk versi Anda dan pasangan. Erotic talk ini dapat membuat Anda dan dia terhanyut dalam pengalaman sensual saat berhubungan intim.

* Apresiasi dan validasi erotis.
Contohnya, "Sayang, ini waktu yang tepat. Kamu membuatku terpana!"
* Pertanyaan erotis. Semisal, "Sayang, bagian mana dari tubuhmu yang ingin aku telusuri untuk katakan 'I love you'? Kamu ingin jariku, bibirku, lidahku atau yang lainnya?
* Respons erotis. Gunakan cara kreatif untuk menunjukkan kepada pasangan bahwa Anda menikmati momen bercinta, dan bagaimana kesan Anda terhadapnya. Misalnya Anda mengatakan, "Aku suka kalau kamu mendesah saat kucumbu."
* Permintaan erotis. Ekspresikan keinginan dan kebutuhan Anda sebagai salah satu cara membangkitkan gairah pasangan. Tak perlu sungkan untuk bilang, "Aku suka kalau kamu membelai rambutku perlahan dengan jari-jarimu."
* Perlakuan erotis. Katakan saja padanya bahwa Anda akan "melayaninya" dan minta ia menikmati perlakukan erotis Anda, apapun itu.
* Fantasi. Ungkapkan kalimat provokatif yang membuat Anda dan dia memunculkan fantasi seksual dan menikmatinya bersama.
* Permainan kekuasaan erotis. Gunakan kata-kata yang menunjukkan dominasi dan penyerahan diri. Misalnya, katakan saja, "Aku sepenuhnya milikmu, sayang." Atau Anda bisa mendominasinya, "Serahkan semuanya padaku, sayang."
* Pernyataan erotis. Anda mengekspresikan perasaan terkait seksualitas dengan cara sensual. Seperti, "Sayang, pegang aku seperti ini, aku menyukainya."
* Pengabdian yang erotis. Kata-kata erotis yang Anda ungkapkan kepada pasangan saat bercinta ini menunjukkan betapa Anda begitu bergairah dan mewakili perasaan cinta mendalam dan hubungan yang kuat. Contohnya, "Sayang, kamu mengalirkan kebahagiaan ke tubuh, pikiran, dan jiwaku. Aku merasa terhormat menjadi pasangan dan mitra hidupmu."

Anda dan suami bisa menciptakan sendiri erotic talk seperti ini, sekaligus membuktikannya sendiri seperti apa pengalaman sensual yang Anda dan dia rasakan. Tak ada ruginya mencoba, bukan?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau