Sepak bola

Status Safee Sali di Timnas Malaysia Jadi Polemik

Kompas.com - 05/02/2012, 12:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Status striker Safee Sali di tim nasional Malaysia menjadi polemik setelah pernyataan Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola (AFC) Datuk Alex Soosay dikutip secara berbeda oleh kantor berita nasional Malaysia, Bernama, dan situs resmi Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).

Bernama, dalam berita yang dirilis Jumat (3/2/2012), mengutip Soosay yang mengatakan bahwa Safee kemungkinan dilarang memperkuat timnas Malaysia jika dia terus beraksi bersama klub Liga Super Indonesia (ISL), Pelita Jaya.

Ini berkaitan dengan kontroversi status ISL setelah PSSI mengharamkan liga itu dan hanya mengakui Liga Prima Indonesia (LPI). Menurut Soosay, ada risiko tinggi untuk pemain yang beraksi dalam ISL dan mereka tidak dibenarkan mewakili timnas.

Rabu lalu, Safee memperpanjang kontrak di Pelita Jaya hingga dua tahun ke depan dengan kontrak senilai dua juta ringgit Malaysia. "Oleh sebab itu, PSSI perlu memastikan bahwa mereka mematuhi garis panduan oleh AFC dan FIFA bahwa hanya satu liga saja yang dikelola PSSI di negara itu," katanya dalam jumpa pers di Kuala Lumpur.

Selanjutnya, AFC tidak mengakui liga ISL karena tidak berada di bawah pengelolaan PSSI. Oleh karena itu, Soosay mengatakan, AFC dan FIFA telah memberi tempo hingga 22 Maret untuk menyelesaikan soal kemelut ISL.

"PSSI setuju untuk mengadakan kongres pada 18 Maret ini," kata Soosay yang menegaskan bahwa PSSI kemungkinan akan mendapat hukuman FIFA jika gagal menggelar liga tunggal di Indonesia. Namun, kutipan berbeda atas pernyataan Soosay dilansir situs resmi AFF (www.aseanfootball.org), Sabtu (4/2/2012).

Situs AFF mengutip Soosay yang mengatakan Safee masih bisa memperkuat timnas Malaysia, setidaknya untuk saat ini, hingga paling tidak 22 Maret 2012. "FIFA dan AFC memberi waktu hingga 22 Maret 2012 bagi PSSI untuk menyelesaikan isu mereka terkait ISL. Saya percaya PSSI akan menggelar kongres pada 18 Maret untuk memilih kepengurusan baru dan menyelesaikan isu ISL," kata Soosay, yang dikutip situs AFF.

Terkait kutipan pernyataan tersebut, Wakil Sekjen PSSI Tondo Widodo saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/2/2012) siang, mengatakan, tidak benar jika kongres PSSI pada 18 Maret mendatang mengagendakan pergantian pengurus PSSI.

"Surat terakhir yang ditandatangani Sekjen FIFA dan AFC tanggal 13 Januari 2012, PSSI diminta melaksanakan kongres tahunan atau (kongres) biasa sebelum 20 Maret," kata Tondo. "Komite Eksekutif PSSI telah memutuskan (kongres itu) dilaksanakan tanggal 18 Maret. Tidak ada agenda penggantian pengurus," tutur Tondo.

"Agenda kongres baru akan diberitahukan kepada peserta empat minggu sebelum tanggal 18 Maret, yakni pada 18 Februari mendatang."

Lebih lanjut, Soosay dikutip situs AFF mengatakan, "Jika gagal menemukan resolusi hingga tanggal tersebut, mereka (PSSI) terancam melanggar aturan FIFA dengan terbuka kemungkinan besar dijatuhi hukuman."

Dalam waktu bersamaan pula, saya ingin mengatakan, AFC tidak pernah meminta PSSI untuk mengirim daftar pemain yang berlaga di ISL. Berita itu tidak benar," lanjut Soosay dalam situs AFF.

Dalam surat bersama yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke dan Sekjen AFC Alex Soosay tanggal 21 Desember 2011, FIFA meminta PSSI mengirimkan daftar klub-klub ISL kepada FIFA/AFC. "... para pemain yang berlaga di liga breakaway ISL tidak bisa ditransfer ke luar karena TMS (transfer matching system) klub-klub ISL akan dimatikan," demikian isi surat FIFA dan AFC.

"Dalam kaitan ini, kami meminta Anda mengirimkan daftar klub-klub yang dimaksud kepada kami. Para pemain (ISL) ini juga tidak diperbolehkan memperkuat tim nasional masing-masing," papar surat FIFA/AFC dalam poin 4 dan 5 dari enam poin instruksi FIFA/AFC dalam surat ke PSSI, yang salinannya dilihat Kompas.com.

Sumber: kantor berita Antara, situs resmi AFF (www.aseanfootball.org), surat FIFA-AFC ke PSSI tanggal 21 Desember 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau