BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Meskipun statusnya kini diturunkan menjadi ke level II atau waspada, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sebaiknya tidak didekati dulu oleh nelayan atau wisatawan.
Gunung berapi bawah laut ini dinilai masih berbahaya bagi pengunjung. Imbauan ini disampaikan Andi Surdi, Kepala Pos Pemantauan GAK di Desa Hargopancuran, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (5/2/2012).
Menurut dia, aktivitas GAK masih fluktuatif. Bukan tidak mungkin terjadi letusan kecil sewaktu-waktu.
"Untuk itu, imbauan menjauhi GAK dalam radius 2 kilometer sebaiknya masih diperhatikan. Wisatawan sebaiknya juga tidak datang ke GAK," tuturnya kemudian.
Status Anak Gunung Krakatau (GAK) di Selat Sunda diturunkan menjadi level II atau waspada sejak sepekan terakhir ini. "Sejak 26 Januari Pukul 16.00 WIB, statusnya (GAK) diturunkan ke waspada. Sebab, aktivitasnya (vulkanik) mulai menurun," tuturnya.
Sebelumnya, aktivitas vulkanik di GAK sempat meningkat tajam, sehingga pada awal Oktober 2011 statusnya dinaikkan menjadi level III atau siaga. Namun, kini aktivitasnya kembali normal. Ini ditandai dengan aktivitas kegempaan di dapur magma yang menurun menjadi 200 kali per hari dari sebelumnya bisa lebih dari 1.000 kali per hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang