Penghitungan suara sementara menunjukkan Romney memimpin dengan meraih 42,6 suara para peserta Kaukus Nevada. Mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich berada di tempat kedua dengan 28 persen suara, disusul anggota DPR AS dari Texas, Ron Paul (18,5 persen), dan mantan senator dari Pennsylvania, Rick Santorum (13 persen).
Faktor kesulitan ekonomi dan kepercayaan agama mayoritas warga Nevada diduga membantu Romney meraih kemenangan. Tingkat pengangguran di negara bagian tersebut mencapai 12,6 persen pada Desember 2011 atau tertinggi dibandingkan dengan semua negara bagian di AS.
Banyak warga Nevada juga menganut kepercayaan Mormon atau sama dengan kepercayaan yang dianut Romney.
Ini adalah kemenangan ketiga Romney dalam putaran pemilihan pendahuluan di lima negara bagian pertama di AS. Pada pemilihan pendahuluan (primary) di Florida, pekan lalu, Romney juga meraih kemenangan besar.
Langkah Romney makin lancar setelah para tokoh konservatif mulai memberikan dukungan secara terbuka kepadanya. Terakhir, jutawan nyentrik Donald Trump menyatakan dukungan kepada mantan gubernur Massachusetts tersebut.
Dengan semua dukungan dan kemenangan ini, Romney pun merasa optimistis dia yang akan terpilih sebagai capres Partai Republik untuk menantang Barack Obama dari Partai Demokrat dalam pemilihan presiden AS, 6 November.
Dalam pidato kemenangannya di Las Vegas, Nevada, Romney sama sekali tak menyebut satu pun pesaingnya sesama kandidat capres Partai Republik sebagai tanda ia tak lagi menganggap mereka sebagai lawan penting. Alih-alih, Romney meningkatkan serangan kepada Presiden Obama.
”Berbagai kebijakan salah arah presiden (Obama) ini membuat masa-masa sulit ini berlangsung lebih lama. Amerika butuh seorang presiden yang bisa memperbaiki ekonomi karena dia paham soal ekonomi. Saya paham soal ekonomi dan saya akan memperbaiki ekonomi AS,” ujar Romney.
Namun, tak satu pun dari tiga kandidat lain menyatakan akan mundur dari persaingan. Gingrich menegaskan akan terus melanjutkan kampanyenya sampai capres Republik diputuskan dalam Konvensi Partai Republik di Tampa, Florida, 27 Agustus nanti. ”Kami akan melanjutkan kampanye sampai ke Tampa,” ujarnya.
Gingrich berharap akan meraih kemenangan besar begitu rangkaian proses pendahuluan bergeser ke negara-negara bagian di wilayah selatan AS setelah bulan Maret. Ia bahkan optimistis, April nanti perolehan delegasinya akan menyamai Romney.
Seorang kandidat capres harus mendapatkan dukungan dari sedikitnya 1.144 delegasi Partai Republik dalam konvensi partai nanti untuk lolos menjadi capres. Romney saat ini sudah mengumpulkan 95 delegasi, disusul Gingrich (30), Paul (13), dan Santorum (10). Di Nevada, mereka memperebutkan 28 delegasi.