Milan Gagal Kudeta Juventus

Kompas.com - 06/02/2012, 04:36 WIB

MILAN, MINGGU - Kesempatan menggusur rival Juventus itu kerap menghampiri AC Milan, tetapi sejauh ini gagal dimanfaatkan. Setelah gagal mengudeta pertengahan pekan lalu, Milan gagal lagi merebut puncak klasemen Liga Italia setelah ditahan Napoli, 0-0, di Stadion San Siro, Minggu (3/2).

Pekan lalu, saat laga AC Parma versus Juventus tertunda karena hujan salju, Milan berpeluang menggusur Juventus yang saat itu hanya terpaut satu poin. Akan tetapi, Milan gagal dan dipukul 0-2 di kandang Lazio.

Kesempatan itu datang lagi, hari Minggu kemarin, saat Juventus ditahan di kandang oleh Siena, 0-0. Milan mengikuti jejak rivalnya juga bermain seri 0-0 melawan Napoli.

Laga Milan versus Napoli semula dijadwalkan malam waktu setempat, tetapi dimajukan siang hari untuk menghindari cuaca lebih dingin. Cuaca Milan siang hari, saat laga itu berlangsung, dilaporkan sekitar -3 derajat celsius, sedangkan malam hari -12 derajat celsius.

Setelah peluit kick off , seperti lapar kemenangan setelah tak pernah menang di empat laga sebelumnya, Napoli menggebrak pertahanan Milan. Mereka turun dengan trisula penyerang, Edinson Cavani, Ezequiel Lavezzi, dan Marek Hamsik.

Hamsik melepaskan tendangan keras, tetapi diblok kiper Christian Abbiati. Kendati awalnya ditekan, Milan tetap stabil lewat formasi 4-3-1-2 dengan duet striker Zlatan Ibrahimovic-Robinho yang ditopang trequartista Clarence Seedorf.

Seedorf, Robinho, dan Urby Emanuelson beberapa kali mencoba ketajaman tendangan ke gawang Napoli. Arus serangan berubah selepas 30 menit, dengan kendali beralih ke tangan Milan, membuat Napoli berusaha memukul lewat serangan balik.

Di babak kedua, Pelatih Milan Massimiliano Allegri mengganti kiper Abbiati yang cedera dengan Marco Amelia. Berbeda dari babak pertama, kali ini Milan lebih dulu mengambil inisitaif serangan. Di tengah kepungan tiga pemain lawan, Robinho mendapat cukup ruang tembak saat menghadapi gawang Napoli, tetapi tendangannya melenceng ke kiri.

Pada babak tersebut, Milan sebenarnya telah mengurung pertahanan Napoli. Namun, langkah kontraproduktif ditunjukkan Ibrahimovic dengan menampar pipi bek Napoli, Salvatore Aronica, menit ke-64.

Tindakan konyol striker Swedia tersebut berbuah kartu merah dan sejak itu Milan bermain dengan 10 pemain. Sepuluh menit terakhir, Pelatih Napoli Walter Mazzarri meningkatkan daya gempur timnya dengan memasukkan striker Goran Pandev, tetapi tidak mengubah skor.

Lazio-Inter tumbang

Pada laga lain, Lazio gagal melanjutkan episode positif kemenangan 2-0 atas Milan, Rabu lalu, dengan takluk 2-3 di kandang Genoa. Mereka tertinggal 0-3 hingga menit ke-46 lewat gol Rodrigo Palacio dan dua gol Bosko Jankovic sehingga terlalu berat untuk mengejarnya.

Gelandang Cristian Ledesma berusaha mengatasi ketertinggalan itu lewat titik penalti, menit ke-54. Namun, Lazio hanya bisa memperkecil kekalahan itu jadi 2-3 setelah dipertipis Alvaro Gonzalez pada menit terakhir.

Bagi Genoa, yang pekan lalu memukul Napoli juga dengan skor 3-2, kemenangan itu mendongkrak peluang ke zona kompetisi Eropa. Lazio masih beruntung karena Inter Milan takluk 0-4 di kandang AS Roma.

Pada laga reuni Pelatih Claudio Ranieri ke klub yang musim lalu dilatihnya, Inter tertinggal 0-2 di babak pertama lewat gol Juan dan Fabio Borini. Empat menit setelah turun minum, Borini menambah satu gol. (AFP/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau