Awal Pekan, Rupiah Masih Stagnan

Kompas.com - 06/02/2012, 10:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin pagi belum bergerak harganya atau stagnan di posisi Rp 8.960 per dollar AS. "Data AS menunjukkan positif, sementara Yunani menyetujui kesepakatan umum mengenai pemangkasan anggaran hingga senilai 1,5 persen dari PDB-nya sebagai persyaratan dari kreditur internasional dan the Troika," kata analis pasar uang Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin (6/2/2012).

Kendati demikian, kata dia, Yunani masih akan meminta dukungan oposisi dan harus diselesaikan pada hari Senin ini untuk mendapatkan dana talangan ke dua.
    
Ia mengatakan, Yunani meminta dukungan oposisi dan harus diselesaikan pada Senin ini untuk mendapatkan dana talangan ke dua dari total dana talangan sebesar 130 miliar euro. "Sedangkan kesepakatan restrukturisasi utang dengan keditur masih belum jelas. Yunani mempunyai kewajiban membayar utang jatuh tempo senilai 14,5 miliar euro pada 20 Maret mendatang," katanya.

Dari AS, kata dia, angka pengangguran di AS bulan Januari 2012 turun menjadi 8,3 persen dari 8,5 persen pada Desember 2011 akan menjadi faktor positif pasar. "Data ’employment diffusion index’ yang menunjukkan tambahan tenaga kerja di sektor industri juga bertambah. Hal tersebut juga didukung oleh kenaikan payroll baik di sektor industri pengolahan maupun jasa," katanya.

Sementara dari dalam negeri, kata Lana, posisi cadangan devisa Indonesia per akhir Januari 2012 tercatat naik dua miliar dollar AS,  menjadi 112 miliar dollar AS.

Ia mengemukakan, tambahan cadangan devisa itu diantaranya karena penerbitan obligasi global senilai 1,75 miliar dollar AS, dan masuknya dana asing portofolio ke pasar SUN (surat utang negara) yang meningkat sebesar Rp13,11 triliun (setara dengan 1,4 miliar dollar AS), dan ke aset saham tercatat neto beli sebesar 400 juta dollar AS. "Tetapi disaat yang sama ada devisa keluar untuk membayar utang luar negeri baik pemerintah maupun swasta. Namun, posisi devisa ini masih cukup kuat menopang tekanan terhadap rupiah belakangan ini," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau