JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin pagi belum bergerak harganya atau stagnan di posisi Rp 8.960 per dollar AS. "Data AS menunjukkan positif, sementara Yunani menyetujui kesepakatan umum mengenai pemangkasan anggaran hingga senilai 1,5 persen dari PDB-nya sebagai persyaratan dari kreditur internasional dan the Troika," kata analis pasar uang Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin (6/2/2012).
Kendati demikian, kata dia, Yunani masih akan meminta dukungan oposisi dan harus diselesaikan pada hari Senin ini untuk mendapatkan dana talangan ke dua.
Ia mengatakan, Yunani meminta dukungan oposisi dan harus diselesaikan pada Senin ini untuk mendapatkan dana talangan ke dua dari total dana talangan sebesar 130 miliar euro. "Sedangkan kesepakatan restrukturisasi utang dengan keditur masih belum jelas. Yunani mempunyai kewajiban membayar utang jatuh tempo senilai 14,5 miliar euro pada 20 Maret mendatang," katanya.
Dari AS, kata dia, angka pengangguran di AS bulan Januari 2012 turun menjadi 8,3 persen dari 8,5 persen pada Desember 2011 akan menjadi faktor positif pasar. "Data ’employment diffusion index’ yang menunjukkan tambahan tenaga kerja di sektor industri juga bertambah. Hal tersebut juga didukung oleh kenaikan payroll baik di sektor industri pengolahan maupun jasa," katanya.
Sementara dari dalam negeri, kata Lana, posisi cadangan devisa Indonesia per akhir Januari 2012 tercatat naik dua miliar dollar AS, menjadi 112 miliar dollar AS.
Ia mengemukakan, tambahan cadangan devisa itu diantaranya karena penerbitan obligasi global senilai 1,75 miliar dollar AS, dan masuknya dana asing portofolio ke pasar SUN (surat utang negara) yang meningkat sebesar Rp13,11 triliun (setara dengan 1,4 miliar dollar AS), dan ke aset saham tercatat neto beli sebesar 400 juta dollar AS. "Tetapi disaat yang sama ada devisa keluar untuk membayar utang luar negeri baik pemerintah maupun swasta. Namun, posisi devisa ini masih cukup kuat menopang tekanan terhadap rupiah belakangan ini," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang