Minyak Dibayangi Ancaman Terhentinya Pasokan

Kompas.com - 06/02/2012, 11:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak bervariasi di perdagangan Asia Senin (6/2/2012) karena para pedagang terbebani kemungkinan terhentinya pasokan di Timur Tengah dan Arika, dan belum terpecahkannya masalah krisis utang Yunani.

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 56 sen ke posisi 97,28 dollar AS per barrel pada perdagangan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea juga penyerahan Maret mencatat kenaikan 25 sen menjadi 114,83 dollar AS per barel. "Harga minyak tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor," kata Ken Hasegawa,  energy desk manager pada pialang Newedge d Jepang.

Sementara kekhawatiran seputar terhentinya pasokan di Afrika dan juga Iran tetap kuat, harga di mana tertekan oleh pembicaraan yang masih belum terselesaikan mengenai utang Yunani, kata Hasegawa.

Athena dalam pembicaraan dengan Uni Eropa, Dana Moneter Internasional IMF) dan Bank Sentral Eropa mengenai langkah yang diperlukan untuk mencapai suatu kesepakatan baru penyelamatan zona euro senilai 130  miliar euro (171 miliar dollar), yang tertunda sejak Oktober lalu, masih belum ada perjanjian yang dicapai.

Sementara sebuah kelompok militan Nigeria Senin mengatakan pihaknya telah merusak jaringan pipa minyak di Niger Delta--kawasan tempat tinggal Presiden Goodluck Jonathan--sepekan sebelum pemilihan gubernur di mana diadakan di sana.

Nigeria, memproduksi lebih dari dua juta barel minyak mentah per hari dan merupakan salah satu pemasok utama minyak mentah ke Amerika Serikat dan Uni Eropa. "Para pedagang juga masih terus melakukan monitoring situasi di kawasan Timur Tengah, karena ketegangan antara Iran dan Barat masih tetap tinggi," kata analis.

Iran, produsen minyak mentah, yang telah mendapat empat putaran sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana tetap menolak tuduhan pihaknya melakukan program nuklirnya untuk senjata atom seperti yang dituduhkan Barat, dan menyatakan bahwa program tersebut hanya untuk keperluan sipil.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau