JAKARTA, KOMPAS.com - Harga minyak bervariasi di perdagangan Asia Senin (6/2/2012) karena para pedagang terbebani kemungkinan terhentinya pasokan di Timur Tengah dan Arika, dan belum terpecahkannya masalah krisis utang Yunani.
Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 56 sen ke posisi 97,28 dollar AS per barrel pada perdagangan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea juga penyerahan Maret mencatat kenaikan 25 sen menjadi 114,83 dollar AS per barel. "Harga minyak tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor," kata Ken Hasegawa, energy desk manager pada pialang Newedge d Jepang.
Sementara kekhawatiran seputar terhentinya pasokan di Afrika dan juga Iran tetap kuat, harga di mana tertekan oleh pembicaraan yang masih belum terselesaikan mengenai utang Yunani, kata Hasegawa.
Athena dalam pembicaraan dengan Uni Eropa, Dana Moneter Internasional IMF) dan Bank Sentral Eropa mengenai langkah yang diperlukan untuk mencapai suatu kesepakatan baru penyelamatan zona euro senilai 130 miliar euro (171 miliar dollar), yang tertunda sejak Oktober lalu, masih belum ada perjanjian yang dicapai.
Sementara sebuah kelompok militan Nigeria Senin mengatakan pihaknya telah merusak jaringan pipa minyak di Niger Delta--kawasan tempat tinggal Presiden Goodluck Jonathan--sepekan sebelum pemilihan gubernur di mana diadakan di sana.
Nigeria, memproduksi lebih dari dua juta barel minyak mentah per hari dan merupakan salah satu pemasok utama minyak mentah ke Amerika Serikat dan Uni Eropa. "Para pedagang juga masih terus melakukan monitoring situasi di kawasan Timur Tengah, karena ketegangan antara Iran dan Barat masih tetap tinggi," kata analis.
Iran, produsen minyak mentah, yang telah mendapat empat putaran sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana tetap menolak tuduhan pihaknya melakukan program nuklirnya untuk senjata atom seperti yang dituduhkan Barat, dan menyatakan bahwa program tersebut hanya untuk keperluan sipil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang