Dalang Bom London Dibebaskan

Kompas.com - 06/02/2012, 16:36 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Tersangka teroris di balik pemboman London pada 7 Juli 2005 dilaporkan telah  dibebaskan dari penjara Suriah oleh rezim Presiden Bashar al-Assad.

Tersangka itu, Abu Musab al-Suri, telah ditahan di Suriah selama enam tahun setelah ditangkap CIA tahun 2005 dan dikirim ke negara kelahirannya, Suriah.

Namun, dia sekarang dilaporkan telah dibebaskan sebagai peringatan bagi AS dan Inggris tentang konsekuensi penarikan dukungan mereka terhadap rezim Presiden al-Assad, lapor Telegraph, Senin (6/2/2012).

Al-Suri, juga dikenal sebagai Mustafa Setmariam Nasar, merupakan kepala operasi Al Qaeda di Eropa. Ia dituduh telah merencanakan pemboman di London. Pada aksi pemboman itu, empat teroris kelahiran Inggris meledakkan tiga bom di kereta bawah tanah dan sebuah bom lain di bus kota. Aksi itu menewaskan 52 orang dan melukai lebih dari 700 orang lain pada tahun 2005.

Al Suri seorang insinyur mekanik. Ia dicari di Spanyol terkait pemboman kereta api tahun 2001 di Madrid yang menewaskan 191 orang. Ia juga dicari terkait serangan di Metro Paris tahun 1995.

Seorang hakim juga memerintahkan penangkapan atas dirinya karena membantu mempersiapkan serangan 11 September di New York dan Washington DC. Al Suri yang berambut merah, mata hijau, kulit putih, dan jenggot,  mengaku sebagai seorang Eropa dan merencanakan sejumlah kekejaman Al Qaeda yang terburuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau