JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengatasi bencana pohon tumbang di wilayah Jakarta, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catharina Suryowati, menjelaskan, pihaknya rutin melakukan pemangkasan pohon-pohon besar atau kerap disebut penopingan. "Untuk penopingan, biasa dilakukan pada akhir pekan agar tidak ganggu lalu lintas," kata Catharina, di Jakarta, Senin (6/2/2012).
Menurut Catharina, penopingan ini memang lebih efektif dilakukan saat akhir pekan yaitu pada Sabtu dan Minggu. Mengingat pada saat hari kerja banyak kendaraan yang lalu lalang sehingga dikhawatirkan mengakibatkan kemacetan bertambah parah.
Kendati demikian, Catharina mengungkapkan bahwa penopingan atau pemangkasan pohon tersebut sebenarnya sering mengalami kendala berupa alat yang kurang memadai. Padahal pohon yang ditoping cukup banyak. "Kami terkendala dengan alat. Apalagi jika pohonnya besar, karena mobil tangga yang kami miliki hanya dua unit saja. Sementara pohon yang harus ditoping cukup banyak," jelasnya.
Saat ini, jumlah pohon yang ada di wilayah DKI Jakarta tercatat ada 4,5 juta pohon. Namun hingga saat ini baru 80.000 pohon yang diteliti oleh pihaknya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 persen pohon dideteksi rawan tumbang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang