Pasca Lempar Gelas, Panji Cabut ke Amerika

Kompas.com - 06/02/2012, 22:00 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Pasca kasus lempar gelas kepada Andhika Mahatidana (24), Panji Trihatmodjo, putra pasangan pengusaha Bambang Trihatmodjo-Halimah, belakangan sulit ditemui. Panji dikabarkan pergi ke Amerika Serikat, tiga hari setelah kejadian yang terjadi di Blowfich Club, Jakarta, Minggu (23/1/2012) dini hari. 

"Janjinya semalam (Minggu, 5 Februari) mau minta maaf, tapi rupanya enggak ada kabar. Kata salah satu keluarganya, ia (Pandji) pergi ke Amerika," ujar Guna Malik, sepupu Andhika, saat ditemui Kompas.com di kawasan Cirendeu, Tangerang, Senin (6/2/2012).

Keluarga Andhika awalnya memang menunggu niat baik dari Panji untuk minta maaf. Satu minggu berlalu, tak ada kata maaf yang terlontar sehingga Andhika memutuskan melaporkan cucu mantan Presiden RI Soeharto tersebut ke pihak kepolisian terkait kasus dugaan penganiayaan.

Pihak Andhika mengaku sudah mencoba menghubungi lewat salah satu keluarga Panji, namun upaya perdamaian tetap menemui jalur buntu. Hal ini membuat mereka terpaksa membukanya kepada publik.
"Kenapa baru sekarang kita ngomong ke media ya karena itu, kita tunggu ada kata maaf. Kita juga sudah menghubungi salah satu keluarganya tapi mereka malah nyerah," tambah Guna.

Sebelumnya, Panji memang sudah coba untuk meminta maaf usai melakukan aksi pelemparan gelas itu. Namun cara tersebut dinilai terlalu arogan oleh Andhika. Pasalnya, saat hendak dilarikan ke rumah sakit, Panji justru menyuruhnya untuk kembali ke klab agar bisa menyampaikan maafnya.

"Ya masa dia yang salah kita yang harus mohon-mohon untuk minta maaf," tegas Andhika seraya menyebutkan bahwa saat peristiwa tersebut, Panji dalam keadaan mabuk.

"Jadi waktu saya dijahit di Rumah Sakit dia (Panji) telepon teman saya, dan dia ngaku 'I'm drunk'," tutur Andhika menirukan ucapan Panji yang disampaikan kepada temannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau