Maumere

Puting Beliung, Atap Rumah Terbang ke Laut

Kompas.com - 07/02/2012, 09:38 WIB

MAUMERE, KOMPAS.com - Hujan deras disertai angin puting beliung merusakkan tiga rumah warga di RT 02/RW 02, Kampung Buton, Kelurahan Kota Uneng, Maumere-Sikka, NTT, Senin (6/2/2012) kemarin, sekitar pukul 16.00 Wita.

Dalam sekejap, tiga atap rumah diterbangkan puting beliung ke laut, menyisakan rangkanya. Tiga rumah dimaksud milik Muhamad Kadir, La Ical dan La Ridi. Mereka bermukim di pesisir pantai utara Kota Uneng, Jalan Ikan Kombong.

Kerusakan paling parah dialami keluarga Muhammad Kadir. Seluruh atap rumahnya dibawa ke laut. Dua rumah lainnya tidak separah seperti yang dialami Kadir. Warga kini sedang membantu tiga korban guna bisa membangun rumah, selain meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Sikka.

Wa Asih, keluarga dari Muhammad Kadir, saat ditemui di Kampung Buton menjelaskan, kejadian berlangsung cepat, bagai mimpi di siang bolong karena angin dari dua arah, dari laut dan darat menghantam pintu rumah. Selanjutnya, angin puting beliung mengangkat atap rumah milik mereka menuju ke laut sehingga mereka ketakutan dan mencari perlindungan.

"Usai angin reda kami lalu cari atap rumah kami yang dibawa ke laut. Meteran listrik juga hilang. Seng yang diterbangkan kami sudah ambil. Saat kejadian kami ketakutan karena listrik masih nyala. Sekarang ini kami terpaksa tinggal di dapur karena atap rumah besar masih diperbaiki," jelas Wa Asih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau