Pasokan Pangan Dunia Terus Merosot

Kompas.com - 07/02/2012, 10:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, mengatakan krisis pangan tidak hanya dialami oleh negara-negara miskin. Negara-negara maju pun kini mengalami kemerosotan pasokan pangan. Sejumlah hal menjadi penyebabnya, termasuk krisis politik dan ekonomi dunia.

"Krisis pangan dewasa ini dan di masa depan tidak saja dihadapi oleh negara-negara miskin, tetapi juga oleh negara-negara maju baik di Asia maupun di Eropa. Pasok pangan dari negara berkembang ke negara-negara maju terus mengalami kemerosotan karena berbagai faktor," ucap Suryo, dalam acara Jakarta Food Security Summit 2012, di Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Tanda dunia mengalami kekurangan pangan ditunjukkan dengan ketidakseimbangan jumlah penduduk dunia dengan produksi pangan global. Jumlah penduduk dunia diperkirakan bisa mencapai 9 miliar pada tahun 2045. Sementara itu, produksi pangan dunia seharusnya naik 70 persen dari produksi saat ini. Akan tetapi, target produksi pangan yang sedemikian besar terkendala oleh ketersediaan lahan pertanian dunia yang tidak bertambah.

Suryo mengatakan, iklim pun tidak bersahabat dengan produksi pangan. Krisis energi, krisis ekonomi hingga krisis politik ternyata juga menjadi penghalang produksi pangan untuk tumbuh. "Oleh karena itu, kami, dunia usaha menyadari sepenuhnya bahwa upaya memenuhi pangan secara berkelanjutan pada tingkat nasional merupakan komitmen yang luar biasa besar," pungkas Suryo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau