Angie Masih Anggota DPR Sampai Ada Putusan

Kompas.com - 07/02/2012, 12:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Fraksi Partai Demokrat baru akan melakukan proses pergantian antarwaktu anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Angelina Sondakh alias Angie, setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

”Kalau sudah terpidana, proses (PAW) itu akan dilakukan fraksi bersama badan kehormatan,” kata Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua di Kompleks DPR, Selasa (7/2/2012).

Angie ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games. Angie dan politisi PDI-P, Wayan Koster, dicegah bepergian ke luar negeri.

Sebelumnya, Ketua BK M Prakosa menyebut pihaknya baru akan merekomendasikan pemberhentian sementara Angie ketika perkaranya sudah masuk ke pengadilan. Jika tanpa ada permintaan PAW dari fraksi, kata dia, Angie baru akan diberhentikan tetap ketika perkaranya berkekuatan hukum tetap.

Max mengatakan, untuk saat ini pihaknya baru mengambil sikap mencopot Angie sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PD. Hal itu, kata dia, sesuai aturan di internal bahwa ketika ditetapkan tersangka, seseorang otomatis dinon-aktifkan dari kepengurusan partai.

Apakah pencopotan dari pengurus partai akan menaikkan elektabilitas PD yang tengah menurun? ”Saya kira menon-aktifkan Angie adalah peraturan integral dari partai. Terlepas dari opini publik yang meningkatkan elektabilitas atau tidak, yang jelas aturan diikuti dulu. Siapa pun yang melakukan itu mendapat aturan yang sama,” jawab Max.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau