Ini Dia Tape Singkong Khas Jember

Kompas.com - 07/02/2012, 19:07 WIB

KOMPAS.com - Tape singkong ada dijual dimana-mana di seluruh Pulau Jawa. Tapi tape dengan kemasan di dalam besek atau anyaman bambu hanya ada di Jawa Timur. Terutama di Kota Jember dan Bondowoso, tape singkong menjadi primadona untuk oleh-oleh dan makanan olahan.

Makanan olahan bisa jadi kue prol tape, brownies tape, pia tape, dodol tape dan suwar suwir seperti permen yang bisa menjadi oleh-oleh khas Kota Jember.

Kue prol tape baru berkembang sekitar lima tahun terakhir di Jember. Sekarang rasanya sudah bervariasi mulai rasa coklat, keju, stroberi dan rasa orisinal. Campuran tepung telur gula tape ini sekarang dikemas dalam dus  bagus berkaca plastik sehingga bisa dilihat dari luar jenis rasanya. Didalam dusnya juga disediakan pisau plastik kecil untuk memotong kuenya.

Tape singkong bisa juga untuk bahan suwar-suwir makanan khas Jember yang seperti permen. Ada berbagai macam rasa dan warna mulai coklat, sirsak, stroberi, pandan, dan vanilla.

Ada juga dodol tape makanas dari tape yang dibikin memanjang sepertti dodol dibungkus kertas minya. Dodol tape rasanya manis kecut tapi empuk sperti dodol ketan di Jawa barat bedanya rasanya ya rasa tape kecut manis.

Dari bahan tape singkong bisa diolah juga menjadi tape goreng, kue cake tape, kolak tape pisang, es campur tape, es puding tape dan air tape bisa juga untuk campuran minuman panas.

Rasa tape besekan antara campur manis kecut. Warna putih berlumur tepung dari ragi yang membuat tape menjadi lunak dan manis. Tape akan semakin lunak atau lembek apabila tingkat kematangannya sudah pas.

Tape dari bahan singkong ini harus bersih betul proses pencuciannya sebelum diberi ragi agar menjadi tape yang manis dan matang. Ukuran racikan ragi dan singkong harus pas agar bisa menjadi tape yang manis.

Tape singkong dijual bertingkat isi tiga besek dijual antara Rp 10.000 sampai Rp 12.000 tergantung besar kecilnya. Nama merk tape bermacam-macam mulai sumber madu, primadona, sari madu, dan merk 66.

Tape dalam besek dijual dilengkapi dengan tanggal kematangannya. Paling lama matang dalam waktu seminggu bisa dibawa ke luar negeri sampai lima hari baru matang. Kalau ingin dimakan langsung hari pembelian berarti pembeli perlu membeli tape yang matang hari itu juga.

Tape besekan ini dijual juga di Stasiun Kereta Api Jember yang menjadi pusat oleh-oleh bagi pengguna kereta api jurusan Banyuwangi-Surabaya yang ingin beli tape di stasiun kereta. Di Terminal Tawangalun, terminal bus Jember juga banyak pembeli yang menenteng tas besekan bertingkat untuk oleh-oleh keluarga di  luar kota.

Tape besekan dijual di semua toko oleh-oleh di Jember terutama di Jalan Gajah Mada banyak toko oleh-oleh yang berjualan tape. Sedangkan Toko Primadona di dekat pasar Tanjung berjualan semua produk tape mulai prol tape, suwar-suwir dan tape besek. (Asita Dk Suryanto, asita@djojokoesoemo.com)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau