Cucu Soeharto Diduga Aniaya Pengunjung Klub Blowfish

Kompas.com - 07/02/2012, 20:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keluarga Cendana kini kembali tersandung masalah. Kali ini, Panji Triatmojo, anak dari Bambang Triatmojo dan merupakan cucu mantan Presiden Soeharto dilaporkan telah menganiaya seorang pengunjung klub malam Blowfish pada Minggu (22/1/2012) dini hari. Pengunjung bernama Andhika Mahatidana itu mengaku telah dilempari gelas kaca hingga mengenai pelipis kirinya.

"Saya nggak tahu apa-apa, tiba-tiba Panji melemparkan gelas di depannya ke saya," ungkap Andhika, Selasa (7/2/2012), saat dihubungi wartawan.

Andhika menduga pelemparan gelas itu dipicu amarah Panji saat dirinya hendak mengambil gambar dua orang temannya yang kebetulan duduk berdekatan dengan Panji. "Mungkin dia mengira saya ambil gambar dia. Padahal posisi saya sedikit miring meski berhadapan dengan Panji, sepertinya dia mengira saya foto dia. Padahal nggak," ujar Andhika.

Usai memoto kedua temannya itu, tiba-tiba saja Panji berdiri sambil berteriak, "Woi!". "Tiba-tiba dia ambil gelas dan langsung dilempar ke arah saya saya," ujarnya.

Diakui Andhika, saat itu dirinya tidak merasa Panji menyerangnya karena dia sama sekali tidak mengganggu Panji. "Ternyata dia (Panji) terus melototin saya tapi nggak bilang apa-apa lagi. Teman-teman sudah panik karena dari pelipis saya mengucur darah cukup banyak. Awalnya saya pikir itu bekas air cipratan dari minuman yang dilempar ke saya," tutur Andhika.

Atas peristiwa ini, Andhika langsung melaporkannya ke Polsek Metro Mampang pada hari yang sama. Ia melaporkan Panji Triatmojo dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Namun, polisi kini menarik kasus itu ke Polres Metro Jakarta Selatan mulai Selasa (7/2/2012) ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau