Tiru Ajax, Donadoni Fokus ke Pemain Muda

Kompas.com - 08/02/2012, 00:56 WIB

PARMA, KOMPAS.com - Pelatih Parma, Roberto Donandoni, mengungkapkan keinginannya untuk membangun tim muda Parma. Keinginannya itu terinspirasi oleh klub Belanda, Ajax Amsterdam, yang terkenal memiliki akademi pemain muda terbaik di Eropa.

Donadoni sendiri sempat merasakan kehebatan hasil binaan pemain muda Ajax saat dirinya masih menjadi pemain AC Milan pada era 1990-an. Ajax yang ketika itu diperkuat oleh lulusan akademi muda 1995,  seperti Clarence Seedorf, De Boer bersaudara, dan Patrick Kluivert, dapat mengalahkan Milan 1-0 di final Liga Champions 1995.

"Saya ingin menjadikan Parma sebagai tim pemasok pemain-pemain muda berbakat, seperti Ajax," ujar Donadoni seperti dilansir Football Italia

Donadoni mengatakan, keinginannya itu juga diyakini karena Parma tidak akan memberikan dana besar untuk membeli sejumlah pemain berkualitas. Maka, menurut mantan pelatih tim nasional Italia ini, dirinya akan lebih fokus mencari bakat-bakat muda yang akan ditingkatkan kemampuannya di akademi.

"Ini memang akan memakan waktu lama dan membutuhkan organisasi yang baik. Tetapi, Presiden Tommaso Ghirardi dan Direktur Umum Pietro Leonardi tidak akan mempermasalahkan hal itu," tutup pelatih berusia 48 tahun ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau