Jakarta, Kompas
Angin kencang menjadi salah satu faktor meluasnya area yang terbakar. Ratusan petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk menghentikan kebakaran.
Api diduga berasal dari rumah warga di RT 12 RW 07, Jalan Lautze Dalam, Kelurahan Kartini. ”Saya lihat api dari rumah Bangsli,” kata Maya, salah seorang korban kebakaran.
Maya menuturkan, api dengan cepat berkobar besar dan menyambar rumah di kanan-kirinya. Warga yang semula tengah bersantai dan mengobrol di gang akhirnya kocar-kacir dan berusaha menyelamatkan harta seadanya.
”Saya hanya bisa menyelamatkan surat-surat berharga dan sedikit uang. Pakaian habis semua,” ucapnya.
Warga yang mengungsikan barang di Jalan Lautze Raya juga sempat panik karena kepulan asap tebal dan kobaran api terus merembet hingga mendekati jalan raya. Tiga kali sempat terdengar bunyi ledakan yang membuat para korban kaget. Bunyi ledakan itu berasal dari petasan yang masih tersimpan di salah satu bangunan yang terbakar.
Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. Namun, empat orang mengalami luka-luka. ”Satu korban luka dilarikan ke RS Husada karena pingsan dan mengalami luka gores di tangan kiri akibat terkena pecahan asbes. Tiga korban luka lainnya diberi pertolongan di lokasi,” ujar Subchan, petugas PMI Jakarta Pusat.
Suasana di Jalan Lautze Raya sangat ramai oleh korban kebakaran yang mengungsikan barang. Beberapa korban tidak kuasa menahan isak tangis melihat asap tebal dan api yang berasal dari rumah mereka.
Camat Sawah Besar Marsigit mengatakan, dugaan sementara, api berasal dari salah satu rumah. ”Penyebabnya karena kompor gas,” katanya.
Dari data sementara, 143 rumah terbakar di RW 07 dan 15 rumah di RW 06. Kepastian jumlah rumah dan korban kebakaran masih didata dan belum selesai hingga kemarin pukul 19.30. ”Daerah ini memang permukiman padat,” kata Marsigit.
Sementara ini, lokasi penampungan korban kebakaran disediakan di lima titik, yakni SDN
Wakil Camat Sawah Besar Fauzi mengatakan, wilayah yang terbakar meliputi delapan RT di dua RW. Area yang terbakar terletak di dalam gang-gang sempit di belakang Jalan Lautze Raya. Sebagian rumah dibangun semipermanen dan sebagian lagi bangunan permanen.
Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat Madanih mengungkapkan, angin kencang di lokasi kebakaran menyulitkan pemadaman.
”Akses jalan ke lokasi kebakaran juga sangat sempit. Mobil pemadam tidak bisa mendekat ke lokasi sehingga kami harus menyambungkan selang ke sana,” papar Madanih.
Petugas pemadam kebakaran juga mesti berhadapan dengan warga yang panik dan memaksa petugas mendahulukan pemadaman di rumah mereka. Madanih bahkan sempat mendapatkan tonjokan dari warga yang ingin merebut selang petugas.
Untuk memadamkan api, sekitar 150 petugas pemadam kebakaran dan 34 mobil pemadam dikerahkan untuk mengendalikan api. Sumber air juga dicari dari sejumlah titik, di antaranya sungai dan got besar. Sementara hidran umum di sekitar wilayah yang terbakar dialirkan ke mobil-mobil pemadam sebelum disemprotkan ke area yang terbakar.
Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Subejo menambahkan, bangunan yang sangat rapat ikut mempercepat api merembet dan membesar. Kepadatan warga yang menonton juga menyulitkan petugas.