Lagi, Kecelakaan Tewaskan 4 Orang

Kompas.com - 08/02/2012, 04:40 WIB

INDRAMAYU, KOMPAS - Kecelakaan di jalan raya, Selasa (7/2), terjadi lagi di wilayah Indramayu dan Karawang, Jawa Barat. Di Indramayu, kecelakaan pada pukul 06.30 menewaskan tiga orang dan kecelakaan pada pukul 02.30 di Karawang menewaskan satu orang.

Kecelakaan di Indramayu melibatkan bus Luragung trayek Cirebon-Jakarta dan truk kontainer dari arah sebaliknya. Akibatnya, tiga orang, yaitu Slamet (35), Waridi (43), dan Agus Zaelani (30), tewas. Sebanyak 16 penumpang lain luka berat dan ringan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Indramayu Ajun Komisaris Irwandi mengatakan, dugaan awal penyebab kecelakaan adalah sopir bus ugal-ugalan. ”Hingga kini, sopir (Ridwan) belum ditemukan. Polisi masih mencari keberadaannya,” kata Irwandi.

Taryan (31), penumpang bus Luragung bernomor polisi E 7642 YB itu, menjelaskan, sopir bus memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Bus membawa 20 orang, termasuk sopir dan awak bus.

Saksi tersebut menjelaskan, beberapa kali sopir bus tidak berkonsentrasi karena menelepon rekan untuk memantau apakah bus Bilkis (bus saingan Luragung) masih di belakang atau sudah jauh di depan kendaraannya.

Saat masuk wilayah Desa Karanglayung, Kecamatan Sukra, Indramayu, sebuah mobil boks berputar balik menuju Jakarta dari arah kanan. Sopir bus Luragung kesulitan menghindar dan membanting setir ke kanan.

”Bus Luragung sempat menabrak pembatas jalan. Lalu, ada truk kontainer dari arah Jakarta lewat. Bus itu pun tertabrak,” kata Taryan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pantura MA Sentot, Indramayu.

Benturan di Karawang

Dalam kecelakaan lalu lintas di Karawang, seorang penumpang minibus M 1893 D, Kusri Kusumawati (48), warga Desa Pasirpanjang RT 10 RW 10, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas setelah mobil yang ditumpangi berserempetan dengan truk di Kilometer 56+400 Tol Jakarta-Cikampek di daerah Klari, Kabupaten Karawang.

Sejumlah petugas derek di Pos Cikopo menyatakan, minibus naas itu ringsek bukan karena serempetan, melainkan benturan keras di bagian belakang truk. Akibatnya, sisi depan kiri minibus ringsek. Penumpang di bangku kiri terimpit.

Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Karawang Inspektur Satu Jafrizal mengatakan, sebelum menyalip dari jalur kiri, truk berjalan beriringan dengan minibus tersebut. Truk kemudian ke kanan secara tiba-tiba sehingga membentur minibus.

Dari Korps Lalu Lintas Polri diperoleh data bahwa tahun 2010 terjadi 57.726 kecelakaan lalu lintas di 33 provinsi dengan korban tewas 10.349 orang. Jumlah tersebut naik tajam pada tahun 2011. Sementara Kompas mencatat, di 17 provinsi, termasuk lima provinsi di Pulau Jawa, terjadi 85.983 kecelakaan dan jumlah korban tewas 23.637 orang.

(MKN/REK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau