Sakit, Nunun Batal Diperiksa KPK

Kompas.com - 08/02/2012, 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan suap cek perjalanan, Nunun Nurbaeti, batal menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (8/2/2012). Istri mantan Wakil Kepala Polri Komjen (Purn) Adang Darajatun itu diketahui sakit sehingga tidak siap diperiksa.

"Karena kondisi Ibu NN (Nunun Nurbaeti) belum siap untuk pemeriksaan hari ini," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Rabu.

Menurut Priharsa, petugas KPK telah memastikan kondisi kesehatan Nunun yang mendekam di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, itu. Secara terpisah, kuasa hukum Nunun, Ina Rahman, mengatakan, pemeriksaan kliennya ditunda hingga Kamis (9/2/2012) besok karena Nunun sakit.

"Rencananya memang hari ini, tapi ditunda besok, soalnya ibu sakit," kata Ina melalui pesan singkat.

Sudah dua hari, katanya, Nunun mengalami sesak napas, batuk-batuk, dan kambuh migrainnya. "Ibu sakit sudah dua hari, napasnya sesak sekali dan batuk-batuk, terus migrainnya kambuh," ujar Ina lagi.

Adapun Nunun ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan memberikan sejumlah cek perjalanan kepada anggota DPR 1999-2004 untuk meloloskan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004. Miranda juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga turut serta atau membantu Nunun menyalurkan cek perjalanan senilai total Rp 24 miliar itu.

Rencananya, KPK akan merampungkan berita acara pemeriksaan (BAP) melalui pemeriksaan Nunun hari ini. Dalam waktu dekat, berkas pemeriksaan Nunun akan naik ke tahap penuntutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau