SULBAR, KOMPAS.com - Kelangkaan elpiji 3 kilogram tdiak hanya meresahkan warga di wilayah kabupaten Polewali mandar, namun sudah meluas hingga ke kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.
Sejak empat hari terakhir warga silih berganti mendatangi agen dan pangkalan termasuk warung pengecer untuk menukarkan tabungnya, namun mereka kecewa karena tak ada pengecer yang menjual.
Kelangkaan elpiji di Polewali Mandar sendiri sudah berlangsung lebih dari dua pekan terakhir, sebagian warga yang kesal karena kesulitan mendapatkan elpiji menjual tabung mereka untuk membeli minyak agar mereka bisa memasak.
Hingga kini pemerintah setempat belum turun tangan menyikapi sulitnya warga mencari gas elpiji. Anggota DPRD yang seharusnya getol menyuarakan kepentingan rakyat banyak tampak sepih. Pada hal masyarakat sudah tertatih-taih mencari elpiji meski hanya untuk kebutuhan memasak.
Dinas perindag Polewali mandar berjanji akan menggelar sidak ke sejumlah pangkalan dan pengecer elpiji khususnya tabung 3 kilogram pekan ini.
Abbas, kepala Bidang perdagangan, Dinas perindag Polewali mandar yang dihubungi Rabu (8/2/2012) mengakui adanya sejumlah keluhan warga yang mengadu ke perindag terkait kesulitan mereka mencari elpiji sejak beberapa pekan terakhir.
"Beberapa hari mendatang tim terpadu akan turun bersama melakukan sidag ke pangkalan dan agen2 elpiji di Polewali," ujar Abbas.
Di sepanjang jalur Trans Sulawesi di Polewali mandar mislanya sudah empat hari terakhir pengecer dan pangkalan kehabisan stok eliji hingga tak bisa melayani pelanggannya.
Sudirman, salah satu pengecer elpiji 3 kilogram di kecamatan wonomulyo mislanya mengaku sudah empat hari tidak menjual elpiji. Pelanggan yang datang mencari elpiji namun tak bisa dilayani lantaran stok di tokonya habis.
Kejadian serupa juga terjadi di kabupaten majene dan mamuju. Hampir semua pengecer dan pangkalan mengeluh karena tak bisa melayani permintaan pelanggannya.
Hamida, pedagang elpiji di Mamuju ini mengeluh karena sudah beberpa hari tak bisa berjualan elpiji, padahal puluhan pelanggannya silih berganti datang mencari elpiji. "Kita tidak tahu tiba-tiba elpiji sulit di dapat," ujar Hamida.
Sulitnya mendapatkan elpiji subsidi 3 kilogram mulai dimanfaatkan oknum tertentu termasuk pengecer dan pangkalan nakal dengan cara menaikkan harga elpiji di atas het yang ditetapkan pemerintah.
Sejumlah warga yang mengeluhkan kelangkaan elpiji berharap pemerintah serius mengatasi kelangkaan elpiji agar rakyat miskin tidak menjadi bulan-bulanan oknum yang mencari untung dengan memanfaatkan situasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang