Rekonstruksi "Xenia Maut" Bisa Tanpa Afriyani

Kompas.com - 08/02/2012, 22:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas memastikan akan ada rekontruksi tentang bagaimana Daihatsu Xenia yang dikendarai Afriyani sampai menabrak 12 pejalan kaki. Namun, kegiatan rekontruksi itu bisa saja dilakukan tanpa kehadiran Afriyani dan tiga temannya, penumpang Xenia maut tersebut.

"Rekonstruksi pasti akan kami laksanakan. Kapannya, menunggu hasil analisis ahli dari MIPA Universitas Indonesia. Hasil analisis mereka secara tertulis kemungkinan akan diserahkan kepada kami besok," kata Dwi Sigit, Rabu (8/2/2012).

Ia menjelaskan, rekonstruksi akan dilaksanakan untuk memastikan bagaimana kecelakaan itu sampai terjadi. "Semua upaya yang dapat mengungkap dengan jelas kasus ini diupayakan agar menjadi bahan pegangan penuntutan di persidangan nanti. Terlebih lagi, kasus kecelakaan ini sangat menarik perhatian masyarakat luas," kata Dwi Sigit.

Kegiatan rekonstruksi tersebut, lanjutnya, bisa dilangsungkan di lokasi kejadian dengan menghadirkan atau tidak menghadirkan tersangka, atau rekonstruksi dipindahkan ke lokasi lain. Kepastiannya bergantung pada hasil analisis situasi keamanan.

"Kalau dinilai tidak kondusif bagi keamanan semua pihak, bisa saja tersangka diganti dengan pemeran pengganti, atau lokasi rekonstruksi dipindahkan ke tempat lain," ungkapnya. Rekonstruksi itu dilakukan untuk melihat dan merekam urut-urutan kejadiannya berdasarkan keterangan para tersangka yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau