Polri Duga Ada Korupsi Proyek Jembatan Kukar

Kompas.com - 08/02/2012, 23:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengungkapkan, dari penyelidikan sementara, penyidik kepolisian menduga ada tindak pidana korupsi dalam proyek jembatan Tenggarong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Sutarman belum dapat menyebutkan angka kerugian negara akibat proyek pembangunan jembatan itu. Sebelum ini, polisi menduga ada kelalaian dalam kasus ini.

"Saya kira unsur korupsi sudah jelas, ada dugaan unsur merugikan negara. Saya kira itu masalah yang terkait dengan policy atau kebijakan, itu adalah ranah politik. Jembatan ini bermasalah sejak perencanaan. Oleh karena itu, kita saat ini menelusuri adakah kerugian negara mulai perencanaan," ujar Sutarman di Jakarta, Rabu (8/2/2012).

"Kita tidak serta-merta menuduh itu. Kita lihat kesalahannya ada di mana. Dari kesalahan perencanaan itu, kita lihat kesalahannya seperti apa," sambungnya.

Menurutnya, dugaan ini berawal dari pembelian bahan proyek yang tidak sesuai dengan rencana awal. Namun, Sutarman belum bisa menyampaikannya secara detail karena masih dalam proses pengembangan. "Ini adalah ranah pemilihan barang. Kalau, misalnya, dalam kesepakatan disepakati barang A, tapi digunakannya C, itu yang harus kita lakukan penyelidikan," jelas Sutarman.

Selain perencanaan, polisi juga akan mengembangkan pada penggunaan dana untuk perawatan dan pemeliharaan jembatan yang disebut Golden Gate Indonesia tersebut. Sutarman menyatakan, polisi telah melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan pemeliharaan pada tahun 2006-2007. Polisi memeriksa 6 orang terkait prosedur pengadaan pemeliharaan.

Sambil mengembangkan adanya indikasi korupsi, polisi tetap menelusuri tersangka baru terkait kelalaian runtuhnya jembatan ini. Saat ini baru tiga tersangka yang ditetapkan Polda Kaltim, yaitu YS, pejabat Dinas Pekerjaan Umum; ST pejabat pelaksana teknis; dan MSF dari PT Bukaka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau