Jakarta, Kompas
Direktur Utama PLN Nur Pamudji, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (8/2), di Jakarta, mengakui, rasio elektrifikasi di Indonesia secara nasional masih perlu ditingkatkan.
Sepanjang tahun 2011, pelanggan PLN bertambah 3,44 juta pelanggan, lebih tinggi daripada tahun sebelumnya sebanyak 2,3 juta pelanggan. Sementara penambahan daya tersambung 7,74 MVA. Dengan tambahan pelanggan itu, rasio elektrifikasi pada tahun 2011 mencapai 72,03 persen atau naik hampir 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, rasio elektrifikasi di Indonesia timur baru 57,4 persen.
Hal itu karena ada kebijakan untuk menuntaskan seluruh daftar tunggu permintaan listrik. Jadi, jumlah pelanggan akhir tahun lalu 45,89 juta pelanggan. Dengan jumlah pelanggan itu, volume penjualan tenaga listrik 158 terawatt hour (TWh) tahun 2011, naik 7,5 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar 147 TWh.
Penambahan sambungan listrik itu bisa dilaksanakan seiring dengan bertambahnya kapasitas terpasang PLN setelah sejumlah pembangkit listrik proyek 10.000 megawatt (MW) tahap 1 mulai beroperasi. Tahun lalu, kapasitas terpasang bertambah 2.875 MW, antara lain dari PLTU Indramayu, Jawa Barat, 3 x 330 MW; PLTU Suralaya Baru Banten 625 MW; serta PLTU Lontar Banten Unit 1 dan 2 sebesar 2 x 315 MW.
”Jadi total kapasitas terpasang pembangkit 28.643 MW,” kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang. Tahun ini, PLN menargetkan kapasitas terpasang bertambah 3.351 MW, antara lain dari PLTU 3 Banten Lontar (315 MW), PLTU 2 Paiton Jawa Timur (660 MW), dan PLTU Teluk Sirih Sumatera Barat 2 x 112 MW.