MAMASA, KOMPAS.com - Cuaca buruk disertai angin kencang, sejak sepekan terakhir menyebabkan gedung DPRD Mamasa ambruk, Rabu (8/2/2012) kemarin. Sejumlah bagian atap gedung jebol, sementara lantai dan dasar pondasinya amblas beberapa centimeter. Tembok gedung yang baru empat tahun dibangun ini retak hingga kondisi membahayakan untuk digunakan.
Konstruksi bangunan yang diduga tidak memenuhi standar diduga menjadi faktor lain dalam ambruknya gedung yang dibangun dengan angaran miliaran rupiah ini. Marten, Sekretaris DPRD Mamasa menyatakan ambruk dan turunnya pondasi diduga karena faktor cuaca buruk. Kondisi tanah yang labil makin mempercepat kerusakan gedung.
Marten tak ingin berspekulasi jika dikatakan gedung tidak sesuai standar keselamatan. "Memamg kemarin atapnya ambruk setelah diterjang angin kencang," ujar Marten.
Namun, Wakil Ketua DPRD Mamasa, Tomas mengakui ambruknya ruang aula yang menjadi tempat rapat anggota dewan diduga karena ada kesalahan konstruksi. "Kita berharap upaya percepatan revovasi pascakerusakan bisa segera dilakukan," ujar Tomas.
Meski dasar pondasi anjlok beberapa centimeter hingga menyebabkan keretakan gedung di sejumlah bagian gedung, rencananya gedung DPRD Mamasa masih akan tetap digunakan. Tomas menyatakan pihaknya baru akan mengusulkan anggaran perbaikan gedung agar ruangan rapat yang dinilai membahayakan bisa segera direnovasi hingga layak pakai.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang