Mamasa

Angin Kencang, Gedung DPRD Ambruk

Kompas.com - 09/02/2012, 09:39 WIB

MAMASA, KOMPAS.com - Cuaca buruk disertai angin kencang, sejak sepekan terakhir menyebabkan gedung DPRD Mamasa ambruk, Rabu (8/2/2012) kemarin. Sejumlah bagian atap gedung jebol, sementara lantai dan dasar pondasinya amblas beberapa centimeter. Tembok gedung yang baru empat tahun dibangun ini retak hingga kondisi membahayakan untuk digunakan.

Konstruksi bangunan yang diduga tidak memenuhi standar diduga menjadi faktor lain dalam ambruknya gedung yang dibangun dengan angaran miliaran rupiah ini. Marten, Sekretaris DPRD Mamasa menyatakan ambruk dan turunnya pondasi diduga karena faktor cuaca buruk. Kondisi tanah yang labil makin mempercepat kerusakan gedung.

Marten tak ingin berspekulasi jika dikatakan gedung tidak sesuai standar keselamatan. "Memamg kemarin atapnya ambruk setelah diterjang angin kencang," ujar Marten.

Namun, Wakil Ketua DPRD Mamasa, Tomas mengakui ambruknya ruang aula yang menjadi tempat rapat anggota dewan diduga karena ada kesalahan konstruksi. "Kita berharap upaya percepatan revovasi pascakerusakan bisa segera dilakukan," ujar Tomas.

Meski dasar pondasi anjlok beberapa centimeter hingga menyebabkan keretakan gedung di sejumlah bagian gedung, rencananya gedung DPRD Mamasa masih akan tetap digunakan. Tomas menyatakan pihaknya baru akan mengusulkan anggaran perbaikan gedung agar ruangan rapat yang dinilai membahayakan bisa segera direnovasi hingga layak pakai. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau