Apindo: Tidak Ada Kamus Demonstrasi dalam Hubungan Industrial

Kompas.com - 09/02/2012, 11:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Djimanto, mengatakan, dalam hubungan industrial tidak ada yang namanya kamus demonstrasi. Istilah yang ada hanya perundingan.

"Pokoknya begini dalam hubungan industrial tidak ada kamus demonstrasi. Adanya perundingan, jadi kalau ada masalah duduk bersama kita rundingkan," ujar Djimanto, di sela-sela diskusi buruh yang diadakan oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO), di Jakarta, Kamis ( 9/2/2012 ).

Menurut dia, pengusaha mau duduk bersama atau berunding dengan pekerja. Hal ini telah dibuktikan dengan musyawarah antara serikat pekerja, pengusaha dan pemerintah dalam menyelesaikan kasus upah minimum kota/kabupaten (UMK) Bekasi beberapa waktu lalu, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta. "Karena demo menciptakan image dan persepsi umum tidak aman. Kalau tidak aman image iklim usaha tidak baik," tegas Djimanto.

Ia pun berharap agar pemerintah daerah menghormati dewan pengupahan. Selama ini, Djimanto melihat, pemerintah daerah tidak menghormati dewan tersebut karena pejabat daerah ingin populis dan dipuji. "Dan (akhirnya) tidak menghargai dewan pengupahan," pungkasnya.

Seperti diketahui, belakangan ini masalah UMK di sejumlah tempat seperti Tangerang dan Bekasi muncul. Pemerintah setempat membuat keputusan UMK yang dinilai berat oleh pengusaha. Untuk masalah UMK Bekasi telah selesai dengan campur tangan pemerintah pusat.

Sementara itu, pada masalah UMK Tangerang, Apindo setempat bersedia mencabut gugatannya kepada Gubernur Banten di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang. Dengan kata lain, perusahaan harus memberlakukan kenaikan upah sesuai dengan SK Gubernur Banten tentang revisi UMK dan penetapan upah minimum sektoral (UMS).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau