Pangeran Harry Jadi Kopilot Penembak Terbaik

Kompas.com - 09/02/2012, 12:42 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pangeran Harry dari Inggris meraih penghargaan atas prestasinya sebagai kopilot penembak terbaik dalam pelatihan pilot helikopter serang Apache, ujar Kementerian Pertahanan Inggris, Kamis (9/2/2012). Harry mendapat penilaian tertinggi dibandingkan lebih dari 20 rekannya.

Cucu lelaki Ratu Elizabeth itu, yang dalam militer dikenal dengan sebutan Kapten Wales, memenuhi syarat untuk tugas operasional kerajaan, meskipun tidak ada data di mana Harry akan ditempatkan. "Penghargaan yang diraih oleh Kapten Wales itu atas kemampuannya dalam mengoperasikan meriam kaliber 30 mm yang dipasang di Apache," demikian pernyataan kementerian tersebut.

Harry, yang empat tahun lalu bertugas di Afganistan, menerima penghargaan itu pada acara makan malam, Rabu (8/2/2012), yang mengakhiri pelatihan intensif selama 18 bulan. Penghargaan yang diraih Harry merupakan satu dari dua penghargaan yang ada dalam kursus itu.

Pangeran yang berada di urutan ketiga calon pewaris takhta Inggris itu mengikuti jejak saudara sulungnya, William, yang saat ini ditempatkan sebagai pilot helikopter pencari dan penyelamat Royal Air Force (RAF) di Kepulauan Falkland (Malvinas) di Samudra Atlantik Selatan.

Harry juga menghabiskan dua bulan di Amerika Serikat dalam pelatihan mengoperasikan helikopter di kawasan gunung dan padang pasir, pendaratan berdebu, operasi siang dan malam, serta berperan dalam penembakan langsung.

Helikopter Apache milik Inggris pada tahun lalu mendukung operasi NATO di Libya dan digunakan untuk membantu Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) di Afganistan.

Pangeran berusia 27 tahun itu sebelumnya bergabung dengan tentara di provinsi Afganistan selatan, Helmand, tetapi kembali ke Inggris 10 pekan kemudian karena keberadaannya diketahui media. 

Dia diterbangkan secara diam-diam ke Helmand para pertengahan Desember 2007 dan bertugas sebagai pengawas udara di garis depan. Harry bertugas sebagai penghubung dalam serangan udara dan menginformasikan pilot mengenai target mereka.

Penugasan Harry itu menandai untuk pertama kali seorang bangsawan Inggris berada di garis depan pertempuran sejak perang Malvinas, 28 tahun lalu, ketika Pangeran Andrew menerbangkan helikopter.

Sekembalinya dari Afganistan, Harry menyatakan tertarik untuk kembali ke garis depan, tetapi pemimpin militer mengingatkan, hal itu akan menimbulkan banyak gangguan keamanan. Kemungkinan penempatan Harry di Irak dibatalkan pada menit-menit terakhir karena kekhawatiran akan keselamatan dirinya dan rekan-rekannya.

Harry akan bertugas di pangkalan angkatan udara di Wattisham di Inggris Timur. Harry akan bergabung dalam brigade Angkatan Udara, yang akan berpartisipasi dalam pelatihan menerbangkan Apache.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau