Kabinet taiwan terbentuk

Kabinet Taiwan Harus Tetapkan Indeks Kebahagiaan

Kompas.com - 09/02/2012, 17:45 WIB

TAIPEI, KOMPAS.com- Kabinet baru Taiwan telah dilantik pada (6/2/2012) lalu. Pemerintah mengemukakan kebijakan baru.

Presiden Ma Ying Jeou mengumumkan kabinet baru dalam satu tahun harus menetapkan langkah langkah khusus terhadap indeks kebahagiaan nasional, dan setiap tahunnya secara berkala mengumumkan laporan indeks kebahagiaan.

Ketua Eksekutif Yuan Joan Chen mengumumkan akan mempromosikan kemakmuran ekonomi rakyat untuk menciptakan kepuasan dalam kehidupan masyarakat.

Demikian siaran pers dari Kantor Perdagangan Taiwan di Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Presiden Ma Ying Jeou pada acara konferensi pers bersama mantan Perdana Menteri Wu Den Yih dan Perdana Menteri yang baru Joan Chen mengatakan, tugas kabinet baru tidak sama seperti di masa lalu, rekonstruksi pekerjaan pascabencana dan pencegahan epidemi telah berakhir, tetapi masalah ekonomi tak pernah selesai.

"Satu detik pun sangatlah berharga, kabinet baru harus segera bekerja. Kami mengharapkan suatu kabinet yang dapat memberikan kenyamanan, sehingga rakyat merasa nyaman dan tenteram," kata Ma.

Berbeda dengan masa lalu yang hanya mengejar target pertumbuhan ekonomi tinggi, Joan Chen mengutip sejarah "Wu Yue Chun Qiu", mengusulkan konsep rakyat sejahtera maka negara menjadi kuat.

Menurut Wu, sejahtera tidak hanya dinilai dari moneter, tetapi harus lebih mengutamakan kualitas hidup dan standar budaya, dan telah meminta badan pengawas keuangan Eksekutif Yuan membuat perencanaan untuk mewujudkan konsep tersebut.

Joan Chen sangat berterima kasih kepada Wu Den Yih yang telah meletakkan dasar yang baik. Menurut Chen, terus bekerja keras di bahu raksasa merupakan suatu keuntungan, tetapi dorongan dalam bayangan raksasa juga sangat penting.

Di saat penyerahan jabatan Perdana Menteri kepada Joan Chen,Wu Den Yih berpesan ini merupakan beban berat yang harus dipikul oleh Chen. Joan Chen menuturkan, di atas dasar stabilitas membangun ekonomi, untuk mencapai tujuan rakyat sejahtera negara kuat.

Dia menjelaskan arti rakyat sejahtera negara kuat tidak sama dengan arti negara kuat rakyat sejahtera pada zaman dahulu, karena bila rakyat sejahtera negara tentu akan menjadi kuat.

Joan Chen mengatakan, ia jarang menggunakan slogan, tetapi dalam proses konsultasi dengan kabinet, didalam pikiran terus menerus muncul pandangan atas dasar stabilitas menciptakan kemakmuran dan pertumbuhan berkelanjutan.Pemilu adalah tanggung jawab awal, setelah serah terima jabatan langsung digelar rapat kabinet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau