Kongres partai demokrat

Ungkap Politik Uang, Diana Dikecam Kader Demokrat

Kompas.com - 10/02/2012, 12:19 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Diana Maringka, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Minahasa Tenggara, menyatakan siap bersaksi ke pengurus DPP ataupun Dewan Pembina atas pengungkapan uang money politics sebanyak Rp 100 juta yang diterima dari kubu Anas Urbaningrum sewaktu pelaksanaan Kongres Nasional Partai Demokrat di Bandung tahun 2010.

Di Manado, Jumat (10/2/2012), Diana mengatakan mendapat kecaman dari sesama kader Demokrat di daerahnya atas pernyataannya kepada wartawan beberapa waktu lalu. "Saya mendapat telepon, katanya sok bersih. Ada yang bilang saya konyol," katanya.

Menurut Diana, selain menerima uang Rp 100 juta, mereka juga mendapat BlackBerry Gemini dari tim sukses Anas. Ia memperkirakan, kubu Anas mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk membeli suara.

Sebelumnya, Diana menyatakan siap mengembalikan uang money politics senilai Rp 100 juta yang diterima dari kubu Anas Urbaningrum sewaktu pelaksanaan Kongres Nasional Partai Demokrat di Bandung tahun 2010. Uang Rp 100 juta diterima di sebuah hotel di Bandung dari Umar Irzal yang bertujuan memenangkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Partai Demokrat.

"Uang itu masih ada, saya siap kembalikan," kata Diana yang juga pengusaha.

Diana menantang Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulut Marten Manoppo yang menyatakan tidak tahu-menahu mengenai masalah money politics ini.

"Pak Marten sendiri yang suruh saya ke sebuah hotel mengambil sisa uang bentuk dollar. Silakan pertemukan saya dengan Pak Marten dan kita bersumpah sama-sama," tegas Diana didampingi suaminya, Frangky Rondonuwu.

Fungsionaris Partai Demokrat Sulut, John Dumais, mengatakan mendukung upaya-upaya perbaikan citra partai. Akan tetapi, menurut John, masalah money politics perlu diselidiki agar jangan sampai asal bunyi yang bertujuan merusak Partai Demokrat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau