Berani Menulis Surat Cinta?

Kompas.com - 10/02/2012, 14:36 WIB

KOMPAS.com - E-mail, SMS, sampai instant messenger memang sangat mempermudah komunikasi kita dengan orang lain. Namun, ketika sedang menjalin kasih Anda pasti tak ingin menerima ucapan cinta melalui pesan singkat saja.

Untuk mengatasi kebosanan dan membuat hubungan semakin romantis, tak ada salahnya untuk kembali menggunakan cara tradisional, yaitu surat cinta. Meski terbilang jadul, melalui surat cinta Anda bisa lebih puas mengungkapkan perasaan dengan kalimat yang lebih romantis. Apalagi jika surat itu Anda selipkan ke tangannya dilengkapi setangkai mawar merah.

"Meskipun Anda tak bisa menuliskan kalimat yang romantis, namun mengirimkan surat cinta kepada pasangan akan membuat si dia sangat senang dan tak akan melupakannya," ungkap Tom Chiarella, dalam artikelnya, How to Write (and Read) a Love Letter. Ketika menulis surat cinta untuk pasangan, perhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Tenangkan diri Anda
Satu hal yang harus dilakukan ketika menulis surat adalah menenangkan diri. Duduklah dengan tenang, karena menulis surat membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru, karena surat cinta memiliki ritmenya tersendiri. "Ingatlah bahwa menulis surat tidak seperti saat Anda sedang menulis kartu ucapan atau memo," tukasnya.

Ketika menulis surat, tiga baris kalimat tidak dapat mewakili perasaan yang akan ditulis dalam tiga paragraf. Hal ini bukan berarti Anda harus menulis surat dengan kalimat yang panjang. Hanya saja, ketika menulis surat Anda bisa mencurahkan perasaan dalam kalimat yang lebih panjang dibandingkan saat menulis memo atau kartu ucapan. Sulitnya memulai untuk menulis ungkapan perasaan dalam surat biasanya disebabkan Anda selalu terburu-buru ketika melakukannya. Luangkan waktu untuk menulis surat cinta dengan hati dan pikiran yang tenang.

2. Bangkitkan kembali memori Anda berdua

Surat cinta tidak harus selalu berisi kalimat rayuan. Ada baiknya juga membangkitkan kenangan indah Anda berdua. Ceritakan sebuah kisah yang hanya Anda berdua yang tahu, atau ceritakan juga saat-saat dimana ia tidak menyadari bahwa Anda selalu memperhatikannya. Ceritakan secara rinci untuk menunjukkan apa yang Anda dan dia ingat, agar ia yakin Anda sangat memperhatikan dan mencintainya.

3. Gambarkan hal yang Anda sukai darinya
Surat cinta yang baik haruslah menjelaskan kekaguman dan perasaan Anda dengan konkret, bukan sekadar kata-kata manis. Gambarkan berbagai hal yang Anda sukai dari dirinya sebelum Anda menyampaikannya. Misalnya, "Aku melihat kamu menonton orang bermain catur di taman. Kayaknya tenang dan serius banget, dan aku suka cara kamu melihat dan memperhatikan sesuatu."

4. Jangan terlalu merayu
Sah saja jika menuliskan berbagai kata cinta, dan rayuan yang menggoda. Namun sebisa mungkin minimalkan rayuan gombal Anda, karena dengan terlalu banyak merayu, Anda justru akan membuat si dia merasa tidak nyaman dan tidak bebas. Ungkapan cinta yang terlalu banyak dan sering akan terkesan murahan, sedangkan ungkapan yang terbatas justru akan memberikan nilai tersendiri.

5. Ingatlah, surat itu ungkapan pribadi
Ungkapkan perasaan Anda dengan penuh kejujuran. Dalam surat cinta, Anda harus mendefinisikan arti cinta yang Anda rasakan. Biarkan dia tahu bahwa ia telah mengisi hari-hari Anda, dan membantu Anda menemukan arti hidup Anda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau