Polisi Amankan Sopir Bus Karunia Bhakti

Kompas.com - 11/02/2012, 05:48 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Bogor mengamankan sopir bus Karunia Bhakti yang sempat melarikan diri setelah terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Puncak depan Pafesta Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (10/2/2012) malam.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Ajun Komisaris Syarif Zainal Abidin, Sabtu (11/2/2012) dini hari, mengatakan, pihaknya saat ini sudah mengamankan sopir tersebut. "Sopir sudah kami amankan," katanya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sopir diketahui berusaha melarikan diri. Syarif belum mau menyebutkan identitas sopir yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka penyebab kecelakaan maut yang menewaskan 14 orang itu.

"Sesuai Undang-Undang Lalu Lintas, tersangka dapat dijerat Pasal 310 Ayat 4, yakni kecelakaan yang menyebabkan orang meninggal. Ancaman maksimal enam tahun penjara," katanya.

Peristiwa kecelakaan beruntun yang melibatkan 12 kendaraan terjadi pada Jumat pukul 18.40. Bus Karunia Bhakti jurusan Garut-Jakarta menabrak sejumlah kendaraan yang berada di depannya.

Diduga karena rem blong, bus menghantam bus Doa Ibu dan menabrak sejumlah kendaraan roda empat, roda dua, dan warung makan. Sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 47 lainnya luka-luka.

Korban meninggal dievakuasi ke RS Paru Cisarua, sedangkan korban luka-luka sebagian dilarikan ke RS Ciawi.

Aparat kepolisian masih melakukan pengangkatan bus Karunia Bhakti yang menghantam rumah toko (ruko) dan berada di tebing vila.

Proses pengangkatan cukup sulit karena badan bus besar. Selain itu, kehadiran warga yang menonton kecelakaan juga menyulitkan para petugas.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau