MALANG, KOMPAS.com- Kerumunan massa di Stadion Gajayana berangsur bisa dibubarkan antara lain dengan bantuan anjing pelacak polisi, setelah tiga bus yang membawa para pemain keluar dari stadion. Pertandingan dinyatakan oleh wasit Arianto ditunda.
Jadi status pertandingan ini belum terlaksana karena tidak ada izin dari aparat kepolisian. Stadion ternyata dalam keadaan kosong belum ada penonton, meski ada ribuan penonton di luar. Tak ada penjualan tiket karena tiket yang dicetak tak mendapat pengesahan (perforasi) dari Dispenda Kota Malang.
Salah satu dari dua kubu perebutan nama Arema ini melibatkan politisi-birokrat Peni Soeparto (walikota). Kedua kubu memiliki tim dan membuat tiket. Sehingga, penjualan tiket tak terlaksana.
Setelah penonton di luar stadion dibubarkan, aparat keamanan polisi, dan TNI AL serta TNI AD yang membantu pun membubarkan diri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang