Tim uber

Firda dan Anneke Sempat Bikin Khawatir

Kompas.com - 11/02/2012, 20:07 WIB

MAKAU, KOMPAS.com- Dua pebulu tangkis putri Adriyanti Firdasari dan Anneke Feinya sempat membuat khawatir tim Indonesia. Dua pemain ini sama-sama sempat mengerang kesakitan di lapangan saat latihan pagi di Hall Instituto Politeknico De Macau dan mengagetkan pemain lain yang sedang latihan.

Seperti dilaporkan wartawan Kompas Gatot Widakdo dari Makau, Sabtu (11/2/2012) malam ini, Firda yang merupakan pemain tunggal utama tim uber Indonesia mengalami keram betis di sela latihan. Dia terpaksa dirawat tim dokter PBSI dan terapis sebelum dibawa ke hotel tempat menginap.

Sedangkan Anneke juga tiba-tiba mengerang kesakitan, ketika engkel kaki kirinya terkilir saat sedang latihan bersama pemain lainnya. Anneke juga sempat tergeletak di lapangan dan mendapatkan perawatan.

Sama seperti Firda, Anneke juga tidak bisa melanjutkan latihan sesi pagi. Dia pun terpaksa duduk di tepi lapangan sebelum kembali ke hotel. "Ya, mudah-mudahan tidak parah cederanya," kata Wakil Manajer Tim Indonesia Yacob Rusdianto.

Dokter PBSI sendiri tidak bisa memastikan. "Kita akan lihat cederanya," kata dr Wahyuni Ristiyana Homan. Namun, sore hari tadi kekhawatiran tim Indonesia akhirnya pupus. Anneke dan Firda sudah ikut latihan lagi di lapangan utama Makau Forum. "Ya, mudah-mudahan mereka memang tidak cedera," kata Yacob.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau