MALANG, KOMPAS.com — Sebanyak 67 pedagang asongan membuang barang dagangan di depan rumah dinas Wali Kota Malang Peni Suparto karena kecewa atas dibatalkannya pertandingan antara Arema Indonesia dengan Bontang FC dalam kompetisi Indonesian Premier League (IPL) yang sedianya digelar di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Sabtu (11/2/2012).
Para pedagang asongan itu biasa berjualan di luar dan di dalam stadion saat pertandingan berlangsung. Mereka kecewa karena pertandingan tidak boleh disaksikan penonton. "Penonton dilarang masuk. Ini karena ada campur tangan Wali Kota Malang, Pak Peni," teriak salah satu pedagang di depan stadion.
Tak lama berkumpul di depan stadion, dengan menggunakan sepeda motor, para pedagang asongan itu langsung mendatangi rumah dinas Wali Kota Malang di Jalan Ijen, yang tak jauh dari Stadion Gajayana. "Ayo kita datang ke rumah dinasnya Pak Peni saja. Taruh di sana semua dagangan kita ini," kata salah satu pedagang, mengajak pedagang lainnya.
Sampai di rumah dinas orang nomor satu di Kota Malang itu, pedagang langsung menumpahkan dagangannya di depan rumah dinas itu. Ada juga yang melemparkannya ke halaman rumah tersebut. Tak ayal, halaman rumah kuno itu pun kotor, penuh barang dagangan, seperti nasi bungkus, tahu, dan berbagai jenis minuman.
"Walaupun modal kita berbeda-beda besarannya, tetapi kita sepakat untuk menyamakan nominal ganti rugi sebesar Rp 500.000. Kita akan minta ganti kepada Pak Peni. Karena dia yang membuat pertandingan batal dan membuat kita rugi," kata Anton (45), salah satu pedagang, kepada Kompas.com.
Tuntutan ganti rugi itu kemudian disampaikan oleh Ahmad Bashori dari Dinas Perhubungan Kota Malang ke istri Peni Suparto, Heri Puji Utami. "Yang sabar, kata Bu Peni (Heri Puji Utami), akan diganti sesuai dengan permintaan," kata Ahmad Basori menyampaikan pesan Heri Puji Utami.
Dikatakannya, para pedagang itu langsung mendapat ganti rugi seperti yang diminta mereka. "Sebanyak 67 pedagang semuanya sudah diganti senilai Rp 500.000 per orang," katanya kepada para wartawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang