Peni Tetap Ngotot Arema Milo dan Along Cs yang Sah

Kompas.com - 11/02/2012, 22:55 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Duel antara Arema Indonesia dan Bontang FC dalam lanjutan Indonesia Premier League, Sabtu (11/2/12) di Stadion Gajayana, Malang, batal dilaksanakan. Pasalnya, ada dua tim Arema yang datang untuk bersiap-siap menghadapi tamunya asal Kalimantan Timur tersebut.

Menanggapi hal itu, Walikota Malang, Peni Suparto, yang diberi mandat oleh M Nur yang mengklaim tetap Ketua Yayasan Arema yang sah, tetap ngotot bahwa Arema yang diasuh Milomir Seslja dan Along Cs yang sah pemain Arema. Hal itu diakui Peni kepada wartawan saat ditemui di Stadion Gajayana.

"Saya tegaskan, datang ke sini agar Malang ini kondusif. Tak ada pertengkaran di Arema. Tak ada konflik di Arema. Itu saja kepentingan saya," tegas Peni.

Peni menegaskan bahwa pemain yang asli Arema adalah Along (Noh Alam Shah) cs. Untuk pelatih yang sah adalah Milomir Selija. "Along cs pemain Arema yang sah dan Milo pelatih yang sah," katanya.

Ditanya apakah setelah pertandingan batal akan ada pertemuan antarkedua kubu, Peni mengaku, pihaknya mempersilahkan. "Yang penting tak ada konflik lagi. Along dan Milo serta pemain lainnya harus tetap di Arema," katanya.

Aremania, katanya, sudah tahu kalau pemain yang asli Arema adalah pemain yang bagus dan bisa membawa Arema juara. "Arema asli adalah Arema yang terus menang. Karena Arema tim bagus," katanya.

Sementara itu, Media Officer Arema Indonesia, Noor Ramadhan tegas mengatakan, bahwa pemain yang diperjuangkan Peni itu sudah memundurkan diri dari Arema. "Pemain sendiri yang mengirimkan surat pemunduran diri. Manajemen sudah menjawabnya dan hal itu sudah disampaikan ke PSSI. Jadi mereka sudah bukan pemain Arema lagi," katanya.

Ditanya soal apakah ada upaya rekonsiliasi dengan kubu Peni? Nunun menegaskan, pihak PT Ancora secepatnya akan ketemu dengan pihak M Nur dan Peni di Jakarta. "Dalam waktu dekat. Kalau mereka mau menyelesaikan persoalan ini," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau