Daglish Tak Tahu Suarez Tolak Jabat Tangan Evra

Kompas.com - 12/02/2012, 02:06 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pelatih Liverpool, Kenny Dalglish, mengaku tidak tahu bahwa anak didiknya, Luis Suarez, menolak berjabat tangan dengan bek Manchester United (MU), Patrice Evra, sebelum laga Premier League, di Old Trafford, Sabtu (11/2/2012), yang dimenangkan MU 2-1. Menurutnya, itu berbeda dari laporan yang diterimanya.

"Saya tidak tahu ia tak menjabat tangan (Evra). Soal (peristiwa itu), saya memercayai Anda (media). Namun, saya tidak tahu. Saya tidak di sana. Saya tidak melihatnya. Itu berbeda dari apa yang saya dengar," aku Dalglish.

Tindakan Suarez menolak berjabat tangan dengan Evra berkaitan dengan tudingan Evra yaitu bahwa Suarez melakukan pelecehan rasial kepadanya, Oktober silam. Suarez dinilai bersalah dan dijatuhkan skors delapan pertandingan.

Suarez masih dalam masa hukuman ketika Liverpool melawan MU pada pertandingan putaran keempat Piala FA, di Anfield, 28 Januari lalu, yang dimenangkan Liverpool dengan skor 2-1.

Menurut Dalglish, pemberitaan media mengenai laga Liverpool-MU di Piala FA itu tidak sebesar pemberitaan soal pertemuan mereka di Premier League, kemarin. Dalglish pun menilai media sengaja ingin menyudutkan Suarez.

"Saya pikir Anda bertindak keterlaluan dan melampaui batas dalam hal menyalahkan Suarez untuk semua yang terjadi hari ini. Saya pikir sebagian besar suporter kedua tim berperilaku sangat baik. Mereka sempat sedikit saling mengolok-olok, tetapi itu bukan masalah. Ketika kami menghadapi (MU) di Piala FA, peristiwa seperti ini tidak terjadi karena tidak ada siaran terus-menerus mengenai pertandingan itu," ulas Dalglish.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau