Ferdinand Tak Respek kepada Suarez

Kompas.com - 12/02/2012, 06:04 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Bek Manchester United (MU), Rio Ferdinand, mengungkapkan bahwa dirinya sudah kehilangan respek terhadap penyerang Liverpool, Luis Suarez. Hal itu diungkapkannya terkait penolakannya untuk berjabat tangan dengan rekan setimnya, Patrice Evra, dalam laga MU lawan Liverpool, Sabtu (11/2/2012).

Sebelum pertandingan dimulai, seperti biasa kedua tim terlebih dahulu melakukan ritual jabat tangan. Momen ini sangat ditunggu publik, karena Evra dan Suarez sebelumnya berseteru terkait kasus rasisme.

Akan tetapi, ketika mendekati Evra, Suarez hanya melewati pemain asal Perancis tersebut, kemudian langsung menyalami kiper MU, David De Gea. Melihat rekannya diperlakukan seperti itu, gantian Rio yang enggan menyalami Suarez, meskipun pemain asal Uruguay itu sudah menyodorkan tangannya.

"Aku rasa itu adalah keputusan yang buruk dari dia (Suarez). Ketika ada masalah sensitif seperti ini, mungkin akan bisa lebih baik jika dia melakukan jabat tangan itu," ujar Rio seperti dilansir Skysport.

"Setelah melihatnya, aku memutuskan takkan menyalami tangannya. Dia  tidak memiliki rasa hormat yang harusnya ia miliki di situasi seperti ini. Akan lebih baik kalau dia  mengakui telah membuat kesalahan dan meminta maaf. Jadi, aku sudah kehilangan respek terhadapnya setelah kejadian itu," tegasnya.

Adapun laga yang berakhir dengan kemenangan MU 2-1 itu adalah pertemuan pertama Suarez dengan Evra sejak kasus rasisme yang dilakukan penyerang asal Uruguay tersebut. Akibat tindakannya itu, Suarez harus menjalani sanksi dilarang tampil sebanyak delapan pertandingan dari FA.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau