Ketegangan militer

Argentina Tuduh Inggris Kirim Senjata Nuklir ke Malvinas

Kompas.com - 12/02/2012, 12:16 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Argentina menuduh Inggris mengirim kapal selam bertenaga nuklir yang membawa rudal balistik berhulu ledak nuklir ke perairan Samudra Atlantik Selatan dekat Kepulauan Falkland atau Malvinas yang disengketakan kedua negara. Argentina mengatakan, langkah Inggris itu melanggar traktat zona bebas nuklir di kawasan Amerika Latin.

Tuduhan tersebut dilontarkan Menteri Luar Negeri Argentina Hector Timerman di sela kunjungannya ke markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Jumat (10/2/2012) waktu setempat atau Sabtu (11/2/2012) WIB.

"Argentina mendapat informasi bahwa dalam kerangka penempatan pasukan Inggris di Kepulauan Malvinas, mereka mengirim satu kapal selam nuklir untuk membawa senjata nuklir ke Atlantik Selatan," tutur Timerman, sambil menyebutkan kapal selam itu bernama Vanguard.

Angkatan Laut Inggris atau Royal Navy mengoperasikan sedikitnya 11 kapal selam bertenaga nuklir, salah satunya bernama HMS Vanguard, yang dioperasikan sejak tahun 1992. Kapal selam sepanjang 150 meter ini mampu membawa rudal Trident, rudal balistik berhulu ledak nuklir yang berdaya jelajah hingga 6.400 kilometer.

Sebelumnya, AL Inggris sudah mengumumkan akan mengirim kapal perusak terbarunya, HMS Dauntless, untuk "tugas rutin" ke Malvinas. Media Inggris juga memberitakan Inggris mengirim salah satu kapal selam kelas Trafalgar, kapal selam bertenaga nuklir, tetapi membawa persenjataan konvensional.

Menurut Timerman, Argentina telah menanyakan secara resmi kepada Inggris melalui jalur diplomatik apakah negara itu sungguh-sungguh mengirim senjata nuklir ke kawasan Malvinas, tetapi pihak Inggris menolak mengiyakan ataupun membantah. Jika benar ada senjata nuklir ditempatkan di kawasan Malvinas, kata Timerman, itu akan melanggar Traktat Tlatelolco yang melarang keberadaan senjata nuklir dalam bentuk apa pun di seluruh wilayah Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

Duta Besar Inggris untuk PBB Mark Lyall Grant langsung menggelar jumpa pers khusus untuk merespons pernyataan Timerman ini. Dia mengatakan, pihaknya tidak pernah berkomentar soal penempatan armada kapal selam ataupun senjata nuklirnya. "Fungsi utama kapal selam adalah mereka pergi ke seluruh dunia dan Anda tidak tahu mereka sedang berada di mana. Itu sebabnya mereka punya fungsi penggentar," tutur Lyall Grant.

Soal pelanggaran traktat bebas senjata nuklir, Lyall Grant mengatakan, selama kapal-kapal selam pembawa senjata nuklir itu berada di luar batas wilayah Argentina, tidak ada pelanggaran yang dilakukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau