Kediri

Usai Pesta Miras Oplosan, Dua Nyawa Melayang

Kompas.com - 12/02/2012, 14:35 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Dua orang tewas dan seorang lainnya kritis seusai menggelar pesta minuman keras (miras) oplosan di Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan, Kediri, Jawa Timur. Pesta dilakukan Jumat (10/2/2012) lalu.

Korban tewas pertama adalah Heru Kurniawan (22), warga Dusun Ngesong, Desa Banjarejo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Ia tewas Sabtu (11/2/2012) siang, setelah sebelumnya muntah-muntah. Menyusul kemudian Agus Prasetyo (19), warga Dusun Sumbergendul, Desa Banjarejo, yang tewas Minggu (12/2/2012) pagi tadi. Sebelum tewas, Prasetyo sempat dirawat di Balai pengobatan Wilujeng Padangan dan kemudian dirujuk ke RSUD Pelem, Pare.

"Pasien Agus semalam dirujuk ke sini dengan tanda-tanda intoksikasi (keracunan). Kondisinya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan meninggal pagi tadi," kata Rozik, Bagian Humas RSUD Pelem, Pare, Minggu (12/2/2012).

Sementara Agus alias Buat (20), yang sebelumnya sempat kritis dan dirawat di balai pengobatan Wilujeng, Padangan, kini kondisinya sudah membaik. Pihak rumah sakit memperbolehkannya pulang.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, pesta miras merenggut dua nyawa itu sebelumnya diikuti oleh 9 orang. Dari jumlah itu, hanya 3 orang di atas yang mengalami intoksikasi. Miras yang digunakan berjenis oplosan yang dicampur dengan suplemen obat kuat.

Kepala Polsek Plemahan AKP Hadi Purnomo mengatakan, pihaknya hingga kini masih terus melakukan penyelidikan, terutama untuk menguak asal-usul miras oplosan itu.

"Selain itu kita juga lakukan upaya preventif dengan penyadaran masyarakat, supaya tidak terulang lagi," kata Hadi Purnomo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau