PELAUW, KOMPAS.com — Sekitar 3.000 warga Desa Pelauw, Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, mengungsi menyusul bentrokan antarwarga Pelauw yang terjadi mulai Jumat (10/2/2012) hingga Sabtu (11/2/2012).
Bupati Maluku Tengah Abdullah Tuasikal yang ditemui, Minggu (12/2/2012), seusai mengunjungi para pengungsi dan lokasi rumah-rumah yang terbakar di Pelauw mengatakan, sebagian besar dari 3.000 warga itu mengungsi ke tiga desa yang berdekatan dengan Pelauw, yaitu Kailolo, Rohimoni, dan Ori. Selain tiga desa ini, ada pula yang mengungsi ke Pulau Ambon.
"Mayoritas dari mereka yang mengungsi karena rumah mereka terbakar habis meski ada pula yang mengungsi karena takut," ujar Abdullah.
Pendataan jumlah rumah yang rusak ataupun terbakar masih dilakukan pemerintah. Namun, perkiraan awal, ada sekitar 400 rumah yang rusak ataupun terbakar habis. Sementara jumlah korban tewas akibat bentrokan itu menjadi enam orang.
Pemerintah, kata Abdullah, sesegera mungkin mengirim bantuan makanan kepada para pengungsi, selain juga bantuan obat-obatan dan pelayanan kesehatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang