Barca Beralih ke Eropa

Kompas.com - 13/02/2012, 03:28 WIB

PAMPLONA, MINGGU - Barcelona kian sulit mempertahankan gelar juara Liga Spanyol. Hal itu disadari Pelatih Pep Guardiola seusai kalah 2-3 (0-2) di kandang Osasuna, Sabtu (11/2) atau Minggu dini hari WIB. Realistis jika klub Catalan itu mengalihkan fokus mempertahankan trofi Liga Champions.

Temperatur di bawah nol derajat celsius dan buruknya pertahanan membuat tim asuhan Pelatih Pep Guardiola itu harus menelan kekalahan kedua mereka pada ajang liga musim ini. Pada laga di Stadion Reyno de Navarra, Pamplona, Barcelona tertinggal 0-2 setelah laga berjalan 22 menit.

Kedua gol yang dilesakkan striker Osasuna Dejan Lekic menit ke-4 dan ke-22 itu tercipta akibat buruknya pertahanan Barcelona. Dalam 50 tahun terakhir, Barcelona tak pernah mampu bangkit setelah tertinggal dua gol pada babak pertama, tetapi gol balasan pemain sayap Alexis Sanchez (menit ke-51) sempat memunculkan asa.

Namun, gol gelandang Osasuna, Raul Garcia, lima menit kemudian memupuskan harapan itu meski Christian Tello memperkecil kekalahan melalui gol pada menit ke-73. Delapan menit menjelang bubar, Sanzhez kembali melesakkan gol, tetapi dianulir wasit karena dinilai offside meski tayangan ulang televisi mengindikasikan sebaliknya.

”(Persaingan di) liga jauh lebih sulit sekarang dan saya kira besok kami akan melihat selisih nilai yang lebih besar (dengan Real Madrid),” ujar Guardiola. Barcelona (48 poin) terpaut tujuh poin di bawah musuh bebuyutan dan pemuncak klasemen sementara, Real Madrid.

Selisih tujuh poin itu akan melebar jadi sepuluh poin jika Madrid mengalahkan tamunya, Levante, pada laga di Santiago Bernabeu, Senin dini hari WIB tadi. Barcelona bisa terhindar dari kekalahan andai saja gol kedua Sanchez tidak dianulir wasit.

Pemain asal Cile itu terlihat tak offside saat menjebol gawang kiper Andres Fernandez. Namun, setelah melewati diskusi, wasit menganulir gol tersebut. Guardiola sempat melirik ke arah kru televisi di dekatnya untuk melihat tayangan ulang kejadian di lapangan. Ia tersenyum sendiri sebelum berbisik ke hakim garis.

Tidak salahkan wasit

Seusai laga, tak satu pun pemain Barcelona yang menyalahkan wasit atas keputusannya menganulir gol Sanchez. ”Penampilan wasit bukan alasan kekalahan kami,” kata bek Gerard Pique. Dalam evaluasinya seusai laga, Guardiola mengakui kehebatan Osasuna.

”Osasuna jauh lebih baik dalam beradaptasi dengan kondisi permainan dan bermain jauh lebih baik daripada kami pada babak pertama,” ujar Guardiola.

Fokus ke Liga Champions

Meski tidak menyatakan ”lempar handuk” tanda menyerah, Guardiola memberi isyarat realistis dalam perebutan gelar Liga Spanyol. ”Memenangi gelar juara? Ya, kami akan berusaha mempertahankan trofi Liga Champions kami kemudian berusaha menjalani setiap laga di La Liga,” tuturnya.

Isyarat Guardiola untuk lebih fokus ke Liga Champions sudah terlihat dari susunan starter lawan Osasuna. Ia tak mau mengambil risiko dengan membangkucadangkan Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Cesc Fabregas serta memberi kesempatan kepada Thiago Alcantara dan Sergio Roberto jadi starter di lini tengah.

Barcelona harus bertandang ke markas Bayer Leverkusen untuk laga pertama babak 16 besar, Selasa besok. Untuk laga tersebut, Guardiola akan membawa 22 pemain ke Leverkusen, termasuk gelandang Sergio Busquets yang sebenarnya belum mendapat lampu hijau dari dokter tim. Mereka dijadwalkan terbang ke Leverkusen, Senin pagi ini.

Selain trofi Liga Champions, satu trofi lain juga bisa diperoleh Barcelona dari ajang Piala Raja. Mereka akan menghadapi Athletic Bilbao di final.

Sementara dari partai lain Liga Spanyol, Minggu dini hari WIB, Atletico Madrid naik ke peringkat keenam meski tertahan 0-0 di markas Racing Santander. Atletico membukukan 31 poin, sama seperti nilai Osasuna di peringkat ketujuh.

Finalis Piala Raja, Athletic Bilbao, kalah 1-2 di kandang Real Betis. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau