Temperatur di bawah nol derajat celsius dan buruknya pertahanan membuat tim asuhan Pelatih Pep Guardiola itu harus menelan kekalahan kedua mereka pada ajang liga musim ini. Pada laga di Stadion Reyno de Navarra, Pamplona, Barcelona tertinggal 0-2 setelah laga berjalan 22 menit.
Kedua gol yang dilesakkan striker Osasuna Dejan Lekic menit ke-4 dan ke-22 itu tercipta akibat buruknya pertahanan Barcelona. Dalam 50 tahun terakhir, Barcelona tak pernah mampu bangkit setelah tertinggal dua gol pada babak pertama, tetapi gol balasan pemain sayap Alexis Sanchez (menit ke-51) sempat memunculkan asa.
Namun, gol gelandang Osasuna, Raul Garcia, lima menit kemudian memupuskan harapan itu meski Christian Tello memperkecil kekalahan melalui gol pada menit ke-73. Delapan menit menjelang bubar, Sanzhez kembali melesakkan gol, tetapi dianulir wasit karena dinilai offside meski tayangan ulang televisi mengindikasikan sebaliknya.
”(Persaingan di) liga jauh lebih sulit sekarang dan saya kira besok kami akan melihat selisih nilai yang lebih besar (dengan Real Madrid),” ujar Guardiola. Barcelona (48 poin) terpaut tujuh poin di bawah musuh bebuyutan dan pemuncak klasemen sementara, Real Madrid.
Selisih tujuh poin itu akan melebar jadi sepuluh poin jika Madrid mengalahkan tamunya, Levante, pada laga di Santiago Bernabeu, Senin dini hari WIB tadi. Barcelona bisa terhindar dari kekalahan andai saja gol kedua Sanchez tidak dianulir wasit.
Pemain asal Cile itu terlihat tak offside saat menjebol gawang kiper Andres Fernandez. Namun, setelah melewati diskusi, wasit menganulir gol tersebut. Guardiola sempat melirik ke arah kru televisi di dekatnya untuk melihat tayangan ulang kejadian di lapangan. Ia tersenyum sendiri sebelum berbisik ke hakim garis.
Seusai laga, tak satu pun pemain Barcelona yang menyalahkan wasit atas keputusannya menganulir gol Sanchez. ”Penampilan wasit bukan alasan kekalahan kami,” kata bek Gerard Pique. Dalam evaluasinya seusai laga, Guardiola mengakui kehebatan Osasuna.
”Osasuna jauh lebih baik dalam beradaptasi dengan kondisi permainan dan bermain jauh lebih baik daripada kami pada babak pertama,” ujar Guardiola.
Meski tidak menyatakan ”lempar handuk” tanda menyerah, Guardiola memberi isyarat realistis dalam perebutan gelar Liga Spanyol. ”Memenangi gelar juara? Ya, kami akan berusaha mempertahankan trofi Liga Champions kami kemudian berusaha menjalani setiap laga di La Liga,” tuturnya.
Isyarat Guardiola untuk lebih fokus ke Liga Champions sudah terlihat dari susunan starter lawan Osasuna. Ia tak mau mengambil risiko dengan membangkucadangkan Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Cesc Fabregas serta memberi kesempatan kepada Thiago Alcantara dan Sergio Roberto jadi starter di lini tengah.
Barcelona harus bertandang ke markas Bayer Leverkusen untuk laga pertama babak 16 besar, Selasa besok. Untuk laga tersebut, Guardiola akan membawa 22 pemain ke Leverkusen, termasuk gelandang Sergio Busquets yang sebenarnya belum mendapat lampu hijau dari dokter tim. Mereka dijadwalkan terbang ke Leverkusen, Senin pagi ini.
Selain trofi Liga Champions, satu trofi lain juga bisa diperoleh Barcelona dari ajang Piala Raja. Mereka akan menghadapi Athletic Bilbao di final.
Sementara dari partai lain Liga Spanyol, Minggu dini hari WIB, Atletico Madrid naik ke peringkat keenam meski tertahan 0-0 di markas Racing Santander. Atletico membukukan 31 poin, sama seperti nilai Osasuna di peringkat ketujuh.
Finalis Piala Raja, Athletic Bilbao, kalah 1-2 di kandang Real Betis.