Operasi Tubektomi Massal Kediri Raih Muri

Kompas.com - 13/02/2012, 08:05 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Operasi tubektomi atau medis operatif wanita (MOW) yang dilakukan secara massal oleh ratusan perempuan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berhasil memecahkan rekor baru Muri, Minggu (12/2/2012). Rekor ini sekaligus mematahkan rekor sebelumnya yang disandang oleh Kabupaten Purbalingga pada tahun 2010 lalu.

Senior manager Museum Rekor Indonesia, Paulus Pangka yang hadir langsung dalam penandatanganan berita acara pemecahan rekor mengatakan, Kabupaten Kediri tercatat dalam kategori penyelenggara pelayanan MOW dengan peserta terbanyak, yaitu berjumlah 654 peserta/akseptor KB. Jumlah ini melebihi capaian yang pernah ditorehkan Kabupaten Purbalingga dengan jumlah peserta sebanyak 404. "Dengan ini tercatat sebagai pemegang rekor ke-5320 Muri," kata Paulus di Kediri.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kegiatan yang diprakarsai oleh Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) itu menggelar operasi tubektomi massal pada Sabtu (11/2/2012) hingga Minggu (12/2/2012). Kegiatan yang bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk itu rencananya akan diikuti oleh 719 perempuan se-Kabupaten Kediri, namun saat pelaksanaan menyusut menjadi 654 akseptor.

Pelaksanaanya digelar di empat tempat sekaligus, yaitu RSUD Pelem, RSIA Aura Syifa 1 dan 2 serta RSIA Amelia dengan melibatkan 50 tenaga medis dan 100 tenaga nonmedis yang dibantu oleh TNI AU, TNI AL, TNI AD. Bahkan beberapa tenda dari TNI juga didirkan untuk menampung membeludaknya peserta.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kediri, Sudibyo mengatakan, langkah tubektomi massal ini dilakukan selain untuk menahan laju pertumbuhan penduduk, juga untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan. Sementara rekor Muri digunakan untuk kampanye gerakan KB kepada masyarakat.

Sementara data sensus tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten Kediri mencapai 1, 4 juta jiwa terdiri dari 445.922 kepala keluarga. Jumlah perkawinan mencapai 14.019 per tahun dan pasangan usia subur sebanyak 302.447. Sementara jumlah angka kelahiran bayi pada tahun 2011 ini menjadi 25.706 naik 105 dari tahun 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau