Menjaga Teras Tetap Kinclong

Kompas.com - 13/02/2012, 10:18 WIB

KOMPAS.com - Pergeseran kebutuhan ruang menjadikan fungis teras sebagai tempat menerima tamu. Bila sebelumnya hanya sebagai area outdoor, masalah yang muncul pada teras bukan masalah. Namun, ketika berfungsi sebagai tempat menerima tamu, masalah seperti basah dan kotor karena air hujan dan panas mau pun paparan matahari sore harus diatasi.

Masalah lantai teras kotor memang biasa terjadi. Wajar saja karena letaknya di area luar hunian. Keadaan teras bisa semakin kotor, apalagi jika hujan turun. Cipratan air hujan akan mengenai tanah di sekitar teras kemudian mengenai lantai.

Agar tak merusak kebersihan teras, cara termudah memang pada halaman diperkeras atau diberi paving. Namun, bila halaman tetap tanah, Anda dapat memberi taburan batu koral di sekelilingnya. Utamanya, letakan di bagian teritisan atau tempat paling sering terciprat air. Dengan tatanan batu-batuan ini dapat mengurangi cipratan air yang membuat basah dan kotor teras Anda.

Lantai teras basah juga karena bentuk teritisan kurang lebar. Untuk itu pertimbangkan saat merencanakan pembangunan teritisan. Teritisan yang menempel pada struktur pasti sulit diubah, karena itu untuk sementara dapat ditutup dengan tirai bambu gulungan. Tirai atau kerai ini akan mengantisipasi banyaknya tampias air hujan.

Bila teras terasa panas terutama saat sore tiba, Anda dapat menyiasati lewat vegetasi tanaman. Misalnya dengan membuat tanaman merambat sebagai dekorasi teras Anda. Tanaman merambat seolah menjadi penutup alamiah dari paparan sinar matahari. Contohnya adalah Melati Costa (Brunfelsia africana), Passiflora (Passiflora incarnata), dan White clemantis (clemantis).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau