Apple Dituding Eksploitasi Kematian Whitney Houston

Kompas.com - 13/02/2012, 11:20 WIB

KOMPAS.com - Penggemar Whitney Houston menuding Apple telah mengeksploitasi kematian penyanyi bersuara emas tersebut. Gara-garanya, harga album Whitney Houston di iTunes tiba-tiba naik bertepatan dengan kematiannya.

Menurut Digital Spy yang dilansir Daily Mail, harga album Whitney Houston Ultimate Collection di iTunes yang dirilis pada 2007 telah naik 3 Euro (sekitar 4,70 dollar AS) menjadi 7,99 Euro (sekitar 12,6 dollar AS).

Sejumlah pengguna mengeluhkan kenaikan harga album di iTunes tersebut dan menuduh Apple mencari keuntungan di atas penderitaan orang lain.

"Saya marah dan saya merasa iTunes telah mengambil keuntungan di atas kematian Whitney Houston. Itu benar-benar parasit," ucap salah satu pelanggan iTunes yang akan membeli album Whitney Houston tersebut.

Di iTunes, delapan album Houston berada dalam daftar 100 album dengan penjualan terbanyak. Album The Greatest Hits berada di posisi puncak, termasuk versi original dan versi deluxe.

Whitney Houston memiliki nama lengkap Whitney Elizabeth Houston. Penyanyi R&B ini lahir di tengah keluarga musisi besar di Newark, New Jersey, AS, pada 9 Agustus 1963.

Ibunya, Cissy Houston, adalah penyanyi gospel terkenal di AS. Saudara sepupunya, Dionne Warwick, adalah salah satu diva pop Amerika pada dekade 1960-an. Ibu tirinya tak lain adalah Sang Ratu Soul, Aretha Franklin.

Dia mengasah kemampuan vokalnya sejak kecil, sebagai penyanyi di kelompok paduan suara gereja di dekat rumahnya. Menginjak usia belasan tahun, Houston memasuki dunia foto model sekaligus menjadi vokal latar bagi beberapa nama besar dunia musik waktu itu, seperti Chaka Khan dan Jermaine Jackson.

Debut perdananya di dunia rekaman, Houston menandatangani kontrak rekaman dengan Arista Records. Album perdananya, Whitney Houston, dirilis tahun 1985 dan berisi beberapa lagu terbaiknya, seperti ”How Will I Know”, ”Saving All My Love For You”, dan ”Greatest Love of All”.

Album ini langsung masuk nominasi Grammy Awards di tahun 1986, termasuk untuk kategori Album Tahun Ini. Akhirnya ia meraih Grammy pertamanya di kategori Penampilan Vokal Terbaik untuk Artis Wanita.

Puncak prestasinya terjadi pada 1992, saat ia membintangi film The Bodyguard bersama aktor pemenang Oscar, Kevin Costner, sekaligus menyanyikan lagu-lagu soundtrack-nya, termasuk versi ulang lagu lama Dolly Parton, ”I Will Always Love You”.

Lagu tersebut dan album soundtrack The Bodyguard menyabet tiga Grammy Awards pada perhelatan tahun 1994, termasuk untuk Album Tahun Ini, Rekaman Tahun Ini, dan Penampilan Vokal Pop Terbaik untuk Artis Wanita.

Enam Grammy Awards dan tak kurang dari 170 juta keping rekaman yang laku di seluruh dunia menjadi bentuk penghargaan yang sesungguhnya bagi Houston.

Namun, kariernya mulai turun sejak ia menemui berbagai masalah dalam perkawinannya dengan mantan anggota New Edition, Bobby Brown.

Whitney Houston meninggal dunia di kamar tempatnya menginap di lantai 4 Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills (California) pada Sabtu, 11/2/2012. Dia menginap di hotel tersebut karena akan menghadiri Grammy Awards ke-54 di Staples Center, Los Angeles (California, AS) pada Minggu, 12/2/2012. Houston meninggal pada usia ke-48.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau